Program MBG di Kendari Capai 90 Persen, Jangkau 112 Ribu Penerima!

Selasa 04-08-2026,11:40 WIB
Reporter : Gatot Wahyu
Editor : Gatot Wahyu

sultra.disway.id - Pelaksanaan Program Strategis Nasional (PSN) Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, menunjukkan capaian signifikan.

Hingga Agustus 2026, sebanyak 41 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang beroperasi telah berhasil menjangkau 112.193 penerima manfaat.

Capaian tersebut setara dengan 90,66 persen dari total target sebanyak 123.756 penerima manfaat di seluruh wilayah Kendari.

BACA JUGA:Geliat Ekonomi di Balik Program MBG Sultra: Anggaran Ratusan Miliar hingga Pemberdayaan UMKM

Koordinator SPPG/BGN Regional Sultra, Maharanny Puspaningrum, menyampaikan bahwa keberhasilan program unggulan Presiden Prabowo Subianto ini menyasar berbagai lapisan masyarakat, mulai dari pelajar hingga kelompok rentan.

"Rincian penerima manfaat mencakup 90.880 peserta didik, 8.448 guru dan tenaga kependidikan, serta 12.865 jiwa dari kelompok rentan yang meliputi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita," ujar Maharanny dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Percepatan Program MBG Tahun 2026 di Kendari, Senin.

Ia menambahkan, sisa target sebesar 9,34 persen saat ini terus digenjot seiring proses persiapan penambahan unit SPPG baru di Kota Kendari.

Tak hanya fokus pada pemenuhan gizi dan pencegahan stunting, program MBG terbukti memberikan dampak ganda (multiplier effect) bagi perekonomian daerah, khususnya dalam penyerapan tenaga kerja.

BACA JUGA:49 Unit MBG Dibekukan Sementara, Badan Gizi Nasional Perketat Standar Keamanan Pangan 2026

Maharanny mengungkapkan, dari total 2.042 tenaga kerja yang terserap di seluruh dapur MBG di Kendari, sebanyak 95,4 persen merupakan warga lokal yang berdomisili di Kota Kendari.

Dalam kesempatan yang sama, Wali Kota Kendari Siska Karina Imran menegaskan komitmen penuh pemerintah daerah untuk mendukung keberlanjutan dan kelancaran program MBG.

"Pelaksanaan MBG bukan hanya menjadi tanggung jawab BGN atau SPPG semata, melainkan tanggung jawab bersama seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah hingga Forkopimda," tegas Siska.

Untuk mengoptimalkan dampak ekonomi, Siska menginstruksikan agar seluruh dapur MBG memprioritaskan pasokan bahan baku pangan dari potensi lokal Kendari. Langkah ini dijalankan melalui kolaborasi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD), seperti Dinas Pertanian, Dinas Perikanan, Dinas Perdagangan, hingga Dinas Tenaga Kerja.

BACA JUGA:Snack MBG di Konawe Disorot: Kue Sus Berjamur Picu Kekhawatiran Orang Tua

"Selain meningkatkan kualitas kesehatan dan mempercepat penurunan angka stunting, pemanfaatan bahan pangan lokal juga menciptakan dampak ganda bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat," pungkasnya.

Kategori :