220 Ribu Warga Kendari Nikmati Cek Kesehatan Gratis!
Cek Kesehatan Gratis untuk pelajar Indonesia--Kemenkes
sultra.disway.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari sukses menorehkan prestasi gemilang dalam sektor pelayanan publik. Sepanjang semester I tahun 2026, program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Kota Kendari telah berhasil menjangkau 220.866 warga dan pelajar.
Angka fantastis ini membawa Kota Kendari bertengger di posisi teratas dalam cakupan persentase program CKG di wilayah Sulawesi Tenggara (Sultra). Tidak tanggung-tanggung, realisasinya bahkan telah melompati target yang dipatok oleh pemerintah pusat.
"Kita tertinggi persentase cakupan CKG di Sulawesi Tenggara dan sudah melampaui target nasional (yang berada di angka 46 persen)," ujar Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, pada Rabu (15/7/2026).
BACA JUGA:Layanan Kesehatan Donggala Disorot, Dinkes Sulteng Dorong Optimalisasi Program Cek Kesehatan Gratis
Keberhasilan program prioritas yang selaras dengan visi Presiden Prabowo Subianto ini terbagi ke dalam dua kategori besar per 13 Juli 2026:
Masyarakat Umum: Mencapai 181.780 orang atau sebesar 47,08 persen dari total target tahunan sebanyak 386.095 warga.
Pelajar (SD & SMP): Mencapai 39.086 anak atau sebesar 51,06 persen dari total target 76.549 pelajar di tahun 2026.
Melihat tren positif ini, Wali Kota Siska optimis bahwa antusiasme warga akan melonjak tajam pada triwulan kedua dan siap memecahkan rekor realisasi tahun lalu. Pemkot Kendari sendiri memasang target ambisius, yakni menyentuh 90 persen cakupan di akhir tahun 2026, naik signifikan dari capaian tahun 2025 yang berada di angka 70,49 persen.
BACA JUGA:Pemkot Baubau Terjunkan 24 Dokter PIDI Perkuat Layanan Kesehatan Kepulauan
Demi mengejar target 90 persen tersebut, Pemkot Kendari merilis strategi jemput bola melalui program Paket Sehat Spesial yang akan berlangsung sebulan penuh, mulai 17 Juli hingga 17 Agustus 2026.
Melalui program ini, petugas kesehatan dari Puskesmas akan turun langsung ke tengah masyarakat di tiap kelurahan. Tidak hanya sekadar cek kesehatan biasa, momen ini juga dimanfaatkan untuk melakukan intervensi cepat terhadap penanganan stunting bagi balita dan ibu hamil secara terpadu.
Wali Kota Siska juga memberikan instruksi tegas kepada seluruh jajaran camat, lurah, hingga ketua RW dan RT untuk ikut mengawal pergerakan petugas di lapangan agar data yang diperoleh bisa langsung valid.
"Ini biar memudahkan teman-teman mulai dari puskesmas hingga kelurahan pada saat koordinasi. Tenaga kita juga tidak habis terbuang. Karena kalau kita turun serentak, semua layanan kesehatan bisa beres sekaligus secara komplit," pungkasnya.
Sumber: