sultra.disway.id - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, menunjukkan progres signifikan. Hingga pertengahan 2026, sekitar 90 persen target penerima manfaat telah tercapai, menjangkau kurang lebih 102 ribu orang.
Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Kendari, Mulyadi, mengungkapkan bahwa saat ini 36 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah aktif beroperasi dari total target 40 unit.
“Capaian layanan sudah mencapai sekitar 90 persen. Ini menunjukkan program berjalan cukup optimal,” ujarnya dalam audiensi bersama Wali Kota Kendari, Selasa.
BACA JUGA:Geliat Ekonomi di Balik Program MBG Sultra: Anggaran Ratusan Miliar hingga Pemberdayaan UMKM
SPPG berperan sebagai pusat distribusi makanan bergizi yang menyasar masyarakat, khususnya pelajar dan kelompok rentan.
Untuk memastikan kualitas program tetap terjaga, KPPG mengusulkan rapat koordinasi rutin bersama seluruh pemangku kepentingan.
Beberapa isu penting yang akan dibahas meliputi:
- Standar laik higiene dan sanitasi (SLHS)
- Sertifikasi halal makanan
- Kelancaran rantai pasok bahan pangan
- Stabilitas harga bahan makanan
- Pelibatan UMKM dan relawan lokal
Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan sekaligus menjaga keberlanjutan program.
BACA JUGA:49 Unit MBG Dibekukan Sementara, Badan Gizi Nasional Perketat Standar Keamanan Pangan 2026
Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, menegaskan bahwa keberhasilan program tidak hanya diukur dari jumlah penerima, tetapi juga dari kualitas pelaksanaan di lapangan.
Ia meminta seluruh pihak terbuka terhadap kendala yang terjadi.
“Saya tidak ingin hanya laporan yang baik-baik saja. Kalau ada masalah, segera sampaikan agar bisa kita cari solusi bersama,” tegasnya.
Selain kualitas gizi, Siska juga menyoroti pentingnya menyesuaikan menu dengan selera siswa.
Menurutnya, makanan yang sehat harus tetap menarik agar benar-benar dikonsumsi, bukan terbuang percuma.
“Kita perlu tahu makanan yang disukai siswa agar program ini efektif dan tidak mubazir,” jelasnya.