Kendari Diguncang Gempa M 2.8, BMKG: Gempa Dangkal Pemicunya Sesar Kendari North

Rabu 15-04-2026,10:52 WIB
Reporter : Gatot Wahyu
Editor : Gatot Wahyu

sultra.disway.id - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa bumi tektonik mengguncang Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), pada Rabu pagi, 15 April 2026.

Pelaksana tugas Kepala BBMKG Wilayah IV Makassar, Nasrol Adil, mengungkapkan gempa terjadi sekitar pukul 07.00 WITA. Hasil analisis terbaru menunjukkan gempa tersebut berkekuatan magnitudo 2,8.

“Gempa ini merupakan gempa tektonik yang dipicu aktivitas sesar Kendari North,” ujar Nasrol saat dikonfirmasi dari Kendari.

BACA JUGA:Ini Bocoran Spesifikasi Gahar Xiaomi 18 Pro, Revolusi Baterai 7.000mAh dan Ambisi Chipset 2nm!

Menurut data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, titik gempa berada pada koordinat 3,97 Lintang Selatan dan 122,53 Bujur Timur. Lokasinya berada di darat, sekitar 3 kilometer timur Kota Kendari, dengan kedalaman dangkal yakni 3 kilometer.

BMKG menjelaskan, gempa ini termasuk kategori gempa dangkal yang dipicu aktivitas sesar lokal. Berdasarkan peta guncangan (shakemap), getaran dirasakan warga Kendari dengan skala intensitas III MMI.

Pada tingkat ini, getaran cukup terasa di dalam rumah, bahkan menyerupai getaran akibat kendaraan berat yang melintas.

“Getaran dirasakan nyata di dalam rumah, seperti ada truk yang lewat,” jelas Nasrol.

BACA JUGA:Realme Narzo 100 Lite 5G Resmi Meluncur: Baterai 7.000mAh, Harga Mulai Rp2 Jutaan!

Meski sempat membuat warga terkejut, hingga pukul 07.30 WITA BMKG memastikan belum ada laporan kerusakan akibat gempa tersebut. Selain itu, hasil pemantauan juga belum menunjukkan adanya gempa susulan (aftershock).

BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terpancing informasi yang belum jelas kebenarannya. Warga diminta selalu mengakses informasi resmi melalui kanal terpercaya.

“Pastikan informasi hanya bersumber dari BMKG melalui website resmi, aplikasi Info BMKG, atau media sosial terverifikasi,” tegas Nasrol.

BMKG juga mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi gempa susulan, meskipun hingga saat ini belum terdeteksi adanya aktivitas lanjutan.

Kategori :