8 Sekolah di Pulau Terpencil Muna dan Muna Barat Akhirnya Teraliri Listrik

Kamis 25-12-2025,15:35 WIB
Reporter : Gatot Wahyu
Editor : Gatot Wahyu

Kepala SMP Negeri 1 Maginti, Kading, mengaku sangat bersyukur dengan hadirnya listrik melalui SuperSUN. Selama bertahun-tahun, sekolahnya bergantung pada genset yang biaya operasionalnya sangat mahal.

“Dulu kami harus membeli bahan bakar dengan menyeberang laut ke Muna daratan. Biayanya bisa mencapai Rp675 ribu per bulan,” ungkapnya.

Kini, sekolahnya menikmati listrik 24 jam dengan biaya jauh lebih terjangkau.

“Kami hanya membutuhkan sekitar Rp100 ribu per bulan. Anak-anak bisa belajar pada malam hari, dan fasilitas sekolah bisa digunakan dengan lebih optimal,” kata Kading.

Bagi para siswa di pulau-pulau terpencil Muna dan Muna Barat, hadirnya listrik bukan sekadar menyalakan lampu. Listrik menjadi pintu perubahan, membuka akses pengetahuan, teknologi, dan mimpi-mimpi yang sebelumnya terasa jauh.

Dengan hadirnya SuperSUN, terang kini tak lagi menjadi kemewahan, melainkan hak yang akhirnya sampai ke ujung negeri.

Kategori :