sultra.disway.id - Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Kendari mencatat keberhasilan menyelamatkan ratusan warga dari berbagai insiden kecelakaan kapal di wilayah perairan Sulawesi Tenggara (Sultra) sepanjang Januari hingga Oktober 2025.
Menurut keterangan Humas Kantor SAR Kendari, Wahyudi, total ada 456 korban yang terlibat dalam insiden kecelakaan kapal selama periode tersebut.
Dari jumlah itu, 443 orang berhasil ditemukan dalam kondisi selamat, sementara tujuh korban dinyatakan meninggal dunia dan enam lainnya masih hilang.
“Kasus kecelakaan kapal menjadi insiden paling banyak kami tangani sepanjang tahun ini,” ujar Wahyudi saat dikonfirmasi di Kendari, Jumat.
BACA JUGA:KADIN Sumbar Gelar Rapimprov 2025, Fokus pada Program 3 Juta Rumah dan Pembangunan Daerah
Kasus Lain: Kondisi Membahayakan Manusia
Selain kecelakaan kapal, SAR Kendari juga menangani 27 kasus kondisi membahayakan manusia, mulai dari warga hilang di area kebun hingga serangan hewan buas.
Dari total korban pada kategori tersebut:
- 15 orang meninggal dunia
- 8 orang berhasil diselamatkan
- 4 orang masih dalam pencarian
Jika digabungkan dengan insiden kecelakaan kapal, bencana alam, dan berbagai operasi lainnya, maka total korban yang ditangani SAR Kendari sepanjang 2025 mencapai 493 orang.
BACA JUGA:Pemerintah Siapkan Mudik Gratis Nataru 2025, Kuota Dipastikan Lebih Besar
Imbauan Keselamatan untuk Warga
Wahyudi mengingatkan masyarakat yang hendak beraktivitas di laut atau perairan agar selalu meningkatkan kewaspadaan.
Ia menekankan pentingnya memeriksa kondisi kapal, menggunakan alat keselamatan, serta memperhatikan laporan cuaca sebelum berlayar.
Ia juga menegaskan bahwa kecepatan laporan sangat berpengaruh terhadap keberhasilan operasi SAR.
“Jika melihat atau mengalami kondisi darurat, segera hubungi layanan 115 atau melalui WhatsApp di 08114034115. Semakin cepat laporan diterima, semakin besar peluang keselamatan para korban,” ujarnya.