Bukan Awal Ideal, Bagnaia Ungkap Kendala Ducati di Seri Pembuka

Bukan Awal Ideal, Bagnaia Ungkap Kendala Ducati di Seri Pembuka

--

sultra, disway.id - Pembalap Ducati, Francesco Bagnaia, mengawali musim MotoGP 2026 dengan hasil yang jauh dari ekspektasi.

Pada balapan pembuka yang berlangsung di Sirkuit Buriram, ia hanya mampu finis di posisi kesembilan.

Hasil ini cukup mengejutkan, mengingat Ducati sebelumnya menunjukkan performa menjanjikan saat tes pramusim. Bahkan, Bagnaia sempat mencatatkan hasil kompetitif sepekan sebelum balapan.

Masalah Konsistensi dan Ban Jadi Sorotan

Sepanjang akhir pekan balapan, Bagnaia terlihat kesulitan menemukan ritme terbaiknya. Ia hanya berada di posisi ketujuh pada sesi latihan bebas pertama dan gagal menembus sesi kualifikasi kedua (Q2).

Dalam Sprint Race, ia memang berhasil memperbaiki posisi dari urutan ke-13 ke posisi sembilan. Namun, selisih waktu hingga 18 detik dari pemenang, Marco Bezzecchi, menunjukkan adanya masalah serius.

Bagnaia mengungkapkan bahwa dirinya harus lebih berhati-hati dalam menjaga kondisi ban belakang. Hal ini membuatnya tidak bisa memaksimalkan performa motor sejak awal balapan. Ia juga merasakan gejala selip pada ban saat memasuki fase akhir lomba, yang semakin memperumit usahanya untuk mengejar rival.

Kendala Traksi dan Handling Motor

Tak hanya soal ban, Bagnaia juga menyoroti persoalan traksi dan pengendalian motor. Menurutnya, performa Ducati selama balapan sangat berbeda dibandingkan saat tes pramusim.

Ia mengaku kesulitan mengontrol motor di berbagai tikungan, terutama sejak sesi FP2 hingga balapan utama. Kondisi ini membuatnya tidak bisa tampil agresif seperti yang diharapkan.

Persaingan Ketat, Rival Tampil Lebih Tajam

Balapan di Buriram yang biasanya menguntungkan Ducati justru berubah menjadi tantangan besar. Karakter lintasan yang panas dan penggunaan ban belakang dengan konstruksi keras ternyata tidak cukup membantu.

Sebaliknya, tim seperti Aprilia Racing dan Red Bull KTM Factory Racing tampil sangat kompetitif. Empat pembalap dari kedua tim tersebut berhasil menembus lima besar.

Kemenangan diraih oleh Marco Bezzecchi, sementara Pedro Acosta mengamankan posisi kedua. Hasil ini mempertegas bahwa peta persaingan MotoGP musim ini semakin terbuka.

Sumber: