Sopir Ojol Dilindas Rantis Brimob Saat Aksi Demo Mahasiswa, Begini Respon Kapolri

Sopir Ojol Dilindas Rantis Brimob Saat Aksi Demo Mahasiswa, Begini Respon Kapolri

Tangkapan kamera driver ojol ditabrak rantis Brimob--

sultra.disway.id – Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo menyampaikan permintaan maaf atas insiden yang menimpa seorang sopir ojek online (ojol) usai dilindas kendaraan taktis (rantis) milik Brimob di kawasan Jakarta Selatan.

 

Dalam keterangannya, Kapolri menegaskan penyesalannya atas kejadian tersebut.

 

“Kami mohon maaf sebesar-besarnya kepada korban, keluarga, serta seluruh komunitas driver ojol atas insiden ini,” ujar Kapolri, Kamis (28/8/2025) malam.

BACA JUGA:8 Jenis Ikan Hias Kecil Paling Cantik dan Mudah Dirawat: Ramah untuk Pemula!

 

Polisi Cari Keberadaan Korban

 

Kapolri menginstruksikan Kapolda Metro Jaya, Kadiv Propam, hingga tim Pusdokkes Polri untuk segera mencari keberadaan korban guna memastikan kondisi dan penanganan lebih lanjut.

 

Selain itu, Divisi Propam Polri juga diperintahkan menangani kasus ini secara profesional agar kejadian serupa tidak terulang.

 

Viral di Media Sosial

 

Insiden ini pertama kali mencuat setelah sebuah video viral di platform X (Twitter). Rekaman tersebut menunjukkan seorang pengemudi ojol tertabrak dan terlindas mobil rantis Brimob, yang kemudian melaju kencang meninggalkan lokasi.

BACA JUGA:Manusia Gak Ada Akhlak! 8.400 Jemaah Gagal Berangkat Akibat Korupsi Kuota Haji 2024

 

Aksi itu memicu kemarahan warga sekitar. Beberapa pengendara bahkan terlihat mengejar kendaraan taktis tersebut hingga ke Jalan Layang Non-Tol Casablanca, Jakarta.

 

Sebelumnya, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. Asep Edi Suheri sudah menekankan agar aparat yang mengawal aksi unjuk rasa tidak bertindak agresif.

“Tindakan represif hanya boleh dilakukan oleh tim Reskrim terhadap massa yang bertindak anarkis, sedangkan penggunaan gas air mata harus atas perintah langsung Kapolda,” tegasnya.

 

Polda Metro Jaya sendiri menurunkan lebih dari 4.500 personel gabungan untuk mengamankan aksi buruh di depan Gedung DPR/MPR RI, Senayan.

Aparat juga diminta bersikap humanis, terukur, serta menjaga koordinasi dengan komandan lapangan selama bertugas.

Sumber: