RS Baubau Bakal Jadi Rumah Sakit Rujukan Regional
RSUD Baubau--
sultra.disway.id - Wali Kota Baubau Yusran Fahim bersama Gubernur Sulawesi Tenggara Andi Sumangerukka melakukan audiensi dengan Menteri Kesehatan Republik Indonesia beserta jajaran Kementerian Kesehatan di Jakarta, Rabu (29/7/2026).
Pertemuan tersebut menjadi langkah strategis untuk memperjuangkan penguatan sektor kesehatan, khususnya peningkatan layanan di Kota Baubau.
Dalam rombongan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara turut hadir Wakil Wali Kota Baubau Wa Ode Hamsinah Bolu, tim ahli Wali Kota, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kota Baubau dr. Frederick Tangke Allo, Sp.B., serta Direktur BLUD Rumah Sakit Baubau dr. Kenangan, MARS.
BACA JUGA:Modus Licik Oknum ASN Asal Baubau: Pinjam Motor Mahasiswa Buat Dipakai Nyuri HP di Kendari!
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kota Baubau, dr. Frederick Tangke Allo, menjelaskan bahwa Wali Kota Yusran Fahim memaparkan kondisi pelayanan kesehatan di Kota Baubau sekaligus menyampaikan arah kebijakan pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat.
Menurutnya, pembangunan sektor kesehatan tidak hanya berfokus pada perluasan akses layanan, tetapi juga peningkatan mutu pelayanan serta keselamatan pasien.
"Pak Wali Kota menegaskan bahwa pembangunan sektor kesehatan tidak hanya diarahkan pada perluasan akses layanan, tetapi juga peningkatan mutu pelayanan dan keselamatan pasien agar masyarakat memperoleh layanan yang profesional, aman, dan berkualitas," ujar dr. Frederick dalam keterangannya, Kamis (30/7/2026).
Dalam audiensi tersebut, Wali Kota Yusran Fahim juga menyampaikan komitmen Pemerintah Kota Baubau untuk menjadikan Rumah Sakit Baubau sebagai rumah sakit rujukan regional bagi kawasan Kepulauan Buton dan sekitarnya.
BACA JUGA:Pemkot Baubau Terjunkan 24 Dokter PIDI Perkuat Layanan Kesehatan Kepulauan
Untuk mewujudkan target tersebut, Pemerintah Kota Baubau mengharapkan dukungan pemerintah pusat, khususnya melalui Kementerian Kesehatan, dalam bentuk peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pemenuhan tenaga kesehatan, pengadaan alat kesehatan sesuai standar, serta pembangunan sarana dan prasarana rumah sakit.
Langkah ini dinilai penting untuk memperkuat layanan kesehatan rujukan sekaligus meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan medis yang lebih lengkap dan berkualitas.
Dr. Frederick mengungkapkan bahwa seluruh usulan yang disampaikan Pemerintah Kota Baubau mendapat dukungan penuh dari Gubernur Sulawesi Tenggara Andi Sumangerukka beserta tim ahli.
Menurutnya, penguatan layanan kesehatan di Baubau menjadi kebutuhan mendesak karena kota tersebut selama ini berperan sebagai pusat pelayanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah Kepulauan Buton dan daerah sekitarnya.
BACA JUGA:Dapat Modal Rp5 Juta & Pelatihan Usaha: Cara Pemkot Baubau Dorong KPM Mandiri Lewat PPSE 2026
Sumber: