Waspada! Modus Penipuan THR Lebaran 2026 Mengintai, Jangan Asal Klik!
Penipuan digital--
sultra.disway.id - Momen pencairan Tunjangan Hari Raya (THR) yang dinanti jutaan pekerja menjelang Lebaran ternyata juga menjadi "musim panen" bagi para pelaku kejahatan siber.
Data terbaru dari VIDA sepanjang tahun 2025 menunjukkan adanya lonjakan drastis kasus penipuan digital tepat saat masyarakat mulai menerima dana segar dan mobilitas transaksi meningkat.
Founder & Group CEO VIDA, Niki Luhur, mengingatkan bahwa pelaku penipuan kini semakin canggih dalam memanfaatkan celah keamanan dan kelalaian literasi digital masyarakat.
BACA JUGA:Mendadak! Gudang Senjata Api Polres Buton Diperiksa
"Penipuan selalu beradaptasi. Setiap kali sistem pertahanan diperkuat, pelaku menyesuaikan teknik dengan metode yang lebih kompleks. Mereka memanfaatkan momentum seperti pencairan THR untuk melancarkan aksinya," ujar Niki dalam keterangan resminya, Minggu (8/3).
Dua Modus Utama yang Wajib Diwaspadai
Bagi Anda yang sedang menunggu hilal THR, setidaknya ada dua jebakan digital utama yang harus diantisipasi agar saldo tabungan tetap aman:
1. Phising dan Smishing (Tautan Palsu)
Metode ini bertujuan memancing korban untuk mengklik tautan berbahaya dan mengisi data sensitif seperti username, password, hingga kode OTP.
Modus Baru: Pelaku sering menyamar sebagai kurir paket logistik atau mengirim promo Ramadhan palsu melalui SMS/WhatsApp.
Fake BTS: Hati-hati dengan pesan massal yang seolah-olah berasal dari institusi resmi. Teknologi Fake BTS memungkinkan penipu mengirim pesan yang terlihat sangat meyakinkan.
BACA JUGA:Polairud Tangkap Terduga Pelaku Bom Ikan di Perairan Mawasangka Buton Tengah
2. Serangan Malware via File APK
Ini adalah salah satu modus paling mematikan. Korban dipancing untuk mengunduh aplikasi berbahaya berformat .APK yang disamarkan sebagai:
- Dokumen status pengiriman paket.
- Undangan pernikahan digital.
- File penting lainnya yang relevan dengan korban.
Jika terlanjur diunduh, aplikasi ini dapat memantau perangkat Anda secara jarak jauh, mencuri password, hingga menguras saldo layanan finansial yang terpasang di ponsel.
BACA JUGA:Wamen PKP Dorong Penataan Permukiman Kumuh di Sultra, Pemda Diminta Bergerak Cepat
Benteng Keamanan: #JanganAsalKlik
Niki menekankan bahwa di era sekarang, password saja tidak lagi cukup. Masyarakat didorong untuk melindungi dua aset krusial: perangkat fisik (HP/Tablet) dan identitas biometrik.
Sumber: