Truk Muatan Susu Terguling, Ratusan Kardus Susu Dijarah Warga
Warga jarah susu yang berserakan--
sultra.disway.id - Kecelakaan tunggal terjadi di ruas Jalan Raya Ponorogo–Trenggalek, tepatnya di depan SMPN 1 Jetis, Kabupaten Ponorogo, Jumat (malam) sekitar pukul 23.00 WIB.
Sebuah truk bermuatan susu kemasan terguling hingga menyebabkan ratusan kardus muatan berhamburan dan menutup sebagian badan jalan.
Diduga Hilang Kendali, Truk Terguling di Tepi Jalan
Berdasarkan informasi di lokasi, truk melaju dari arah Ponorogo menuju Trenggalek sebelum diduga kehilangan kendali dan akhirnya terguling di tepi jalan.
Benturan keras membuat kardus-kardus berisi susu kemasan tercecer di aspal. Beberapa kemasan terlihat penyok dan rusak akibat tertimpa muatan lain saat kendaraan terbalik.
BACA JUGA:Polda Sultra Siagakan 1.200 Personel Gabungan Amankan Ramadan 1447 H
Meski terjadi menjelang tengah malam, kabar kecelakaan dengan cepat menyebar. Warga sekitar pun berdatangan ke lokasi untuk menyaksikan proses evakuasi.
Warga Punguti Susu yang Berserakan
Peristiwa ini menjadi sorotan karena sebagian warga terlihat memunguti susu kemasan yang tercecer, terutama produk dengan kardus yang sudah rusak.
Sejumlah warga beralasan barang dengan kemasan penyok kemungkinan besar tidak akan didistribusikan kembali oleh perusahaan. Namun tindakan tersebut tetap memicu perhatian publik karena terjadi di tengah proses penanganan kecelakaan.
Kerumunan warga, yang didominasi anak-anak dan remaja, sempat membuat situasi di lokasi semakin padat.
BACA JUGA:Motorola Razr 60 Resmi Dijual di Indonesia, Simak Spesifikasi dan Harganya
Sopir Selamat, Lalu Lintas Sempat Tersendat
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan truk susu di Ponorogo ini. Sopir dilaporkan selamat, meski mengalami syok akibat insiden mendadak tersebut.
Petugas kepolisian dan pihak terkait segera mengamankan lokasi kejadian serta mengatur arus lalu lintas untuk mencegah kemacetan panjang.
Proses evakuasi kendaraan dan pembersihan muatan yang berserakan membutuhkan waktu cukup lama hingga kondisi jalan kembali normal.
Hingga kini, penyebab pasti kecelakaan masih dalam penanganan pihak berwenang.
Sumber: