Kapal Ferry Diterjang Badai di Pelayaran Kendari–Konawe, Begini Respons ASDP
Kepanikan penumpang KMP Nuku--ist
Imbauan ini sejalan dengan prakiraan BMKG yang menyebutkan potensi cuaca buruk di wilayah Sulawesi masih akan berlangsung hingga pertengahan Januari 2026.
BMKG mencatat peningkatan intensitas hujan dipicu sejumlah faktor atmosfer, seperti La Niña lemah, aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO), anomali OLR negatif, serta perambatan gelombang ekuator yang berpotensi menimbulkan hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi.
BACA JUGA:Mengulas Spesifikasi Redmi A5: Apa Saja Keunggulannya?
“Prakiraan BMKG menjadi dasar utama kami dalam mengambil kebijakan operasional. Jika kondisi dinilai berisiko, penyesuaian jadwal hingga penundaan pelayaran akan dilakukan,” tegas Heru.
Keselamatan Jadi Prioritas Utama
ASDP menegaskan terus melakukan pemantauan cuaca secara real time, pengecekan kesiapan armada, serta koordinasi intensif dengan KSOP, BPTD, BMKG, dan unsur TNI/Polri sebelum setiap keberangkatan.
“Keselamatan penumpang, awak kapal, dan pengguna jasa adalah tanggung jawab bersama,” pungkas Heru.
Dengan cuaca ekstrem yang masih melanda, ASDP mengajak masyarakat menjadikan informasi cuaca sebagai rujukan utama sebelum merencanakan perjalanan laut.
Sumber: