Peralatan tersebut ditempatkan di beberapa wilayah, yakni:
- Muna Barat: 5 unit
- Baubau: 2 unit
- Kolaka: 3 unit
- Kolaka Timur: 10 unit
- Konawe: 2 unit
- Konawe Selatan: 1 unit
- Workshop Kendari: 4 unit
Tambahan peralatan diharapkan dapat mempercepat respons ketika kebakaran terjadi, terutama pada wilayah dengan akses terbatas.
BACA JUGA:BPBD Sultra: Lebih dari 3,8 Juta Hektare Wilayah Rawan Gempa, Daerah Diminta Siaga Penuh
BPBD Sultra menilai tingginya jumlah hotspot dan luas lahan yang terbakar menjadi peringatan bahwa ancaman karhutla perlu diantisipasi secara lebih serius.
“Kondisi ini menunjukkan potensi karhutla perlu diantisipasi lebih serius,” kata Saifuddin.
Dengan Bombana menjadi wilayah paling terdampak, pemerintah daerah kini memperkuat kesiapsiagaan melalui penyediaan peralatan pemadaman dan dukungan pasokan air.
Upaya pencegahan juga menjadi bagian penting untuk menekan potensi meluasnya kebakaran, terutama di tengah kondisi cuaca kering.
Masyarakat diharapkan meningkatkan kewaspadaan dan menghindari aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran lahan.