Cegah Abrasi dan Perkuat Ekosistem Pesisir, Pemkot Kendari Tanam 1.000 Mangrove

Kamis 30-07-2026,10:33 WIB
Reporter : Gatot Wahyu
Editor : Gatot Wahyu

sultra.disway.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari terus memperkuat upaya pelestarian lingkungan dengan menanam 1.000 bibit mangrove di kawasan pesisir Kelurahan Mata, Kecamatan Kendari, Sulawesi Tenggara.

Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari strategi menjaga garis pantai dari ancaman abrasi sekaligus memperkuat ekosistem pesisir yang menjadi penopang kehidupan masyarakat di sekitar Teluk Kendari.

Kegiatan penanaman mangrove tersebut menjadi bagian dari peringatan Hari Mangrove Sedunia sekaligus menegaskan komitmen Pemkot Kendari dalam mendukung pembangunan berkelanjutan melalui pelestarian kawasan pesisir.

BACA JUGA:Program Makan Bergizi Gratis di Kendari Jangkau 102 Ribu Warga

Sekretaris Daerah Kota Kendari, Amir Hasan, mengatakan pemerintah daerah menaruh perhatian besar terhadap upaya konservasi mangrove karena memiliki manfaat ekologis maupun ekonomi yang sangat penting bagi daerah pesisir.

Menurutnya, keberadaan hutan mangrove berperan sebagai benteng alami yang mampu melindungi garis pantai dari abrasi, meredam energi gelombang laut, mencegah intrusi air laut ke daratan, serta menjadi habitat bagi berbagai jenis ikan, kepiting, udang, dan biota pesisir lainnya.

"Pelestarian mangrove bukan hanya menjaga lingkungan, tetapi juga merupakan investasi jangka panjang bagi keberlanjutan sumber daya pesisir dan kesejahteraan masyarakat," ujar Amir Hasan.

BACA JUGA:Sedia 700 Lowongan Kerja, Pemkot Kendari Gelar Job Fair 2026 di Kantor Wali Kota!

Ia menambahkan, kawasan mangrove juga memiliki peran penting dalam menghadapi dampak perubahan iklim.

Ekosistem ini dikenal sebagai salah satu penyerap karbon alami paling efektif melalui konsep blue carbon ecosystem, yakni kemampuan mangrove menyerap dan menyimpan karbon dalam jumlah besar sehingga membantu mengurangi emisi gas rumah kaca.

Karena itu, penanaman mangrove tidak hanya memberikan manfaat bagi perlindungan kawasan pesisir, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mitigasi perubahan iklim yang saat ini menjadi perhatian dunia.

Program tersebut sejalan dengan target Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 13 tentang penanganan perubahan iklim serta Tujuan 14 mengenai pelestarian ekosistem laut.

Namun demikian, Amir Hasan menegaskan keberhasilan program rehabilitasi mangrove tidak hanya ditentukan oleh banyaknya bibit yang ditanam.

BACA JUGA:Anak di Bawah 16 Tahun Dibatasi Bermedsos, Diskominfo Kendari Gencar Gedor Sekolah Lewat Literasi Digital

Menurutnya, keberhasilan sesungguhnya bergantung pada komitmen seluruh pihak untuk memastikan setiap bibit tumbuh hingga menjadi hutan mangrove yang sehat dan mampu memberikan manfaat bagi lingkungan.

Kategori :