Rahasia Budidaya Jahe Merah Agar Cepat Panen dan Kaya Khasiat

Minggu 19-07-2026,10:42 WIB
Reporter : Sahroni
Editor : Sahroni

sultra, disway.id - Dari sekian banyak jenis rimpang di Indonesia, jahe merah (Zingiber officinale var. rubrum) punya tempat tersendiri di hati masyarakat. Sejak dulu, tanaman beraroma kuat ini menjadi andalan herbal untuk menjaga stamina dan mengatasi berbagai gangguan kesehatan.

Dibandingkan dengan jahe putih atau jahe emprit, jahe merah sangat mudah dikenali. Kulit luarnya berwarna kemerahan dengan daging rimpang berpadu antara kuning dan merah.

Meski ukurannya terbilang lebih mungil, rasa pedas dan aromanya jauh lebih menggigit.

Sensasi pedas yang tajam ini menjadi pertanda tingginya kandungan minyak atsiri serta senyawa aktif seperti gingerol dan shogaol di dalamnya.

5 Panduan Budidaya Jahe Merah Agar Cepat Panen

Menanam jahe merah, baik di pekarangan rumah maupun skala perkebunan—sebenarnya relatif sederhana. Kuncinya terletak pada teknik perawatan yang tepat agar rimpang berkembang maksimal dan siap panen lebih singkat.

1. Pilih Bibit Unggul dari Rimpang Tua

Kualitas panen berawal dari bibitnya. Gunakan rimpang dari tanaman yang sudah berumur 10 hingga 12 bulan. Pilih fisik rimpang yang segar, bebas dari pembusukan atau cacat, dan sudah mulai mengeluarkan mata tunas.

2. Racik Media Tanam yang Gembur

Sistem drainase yang baik menjadi syarat mutlak agar rimpang bebas bergerak. Campurkan tanah humus, pupuk kandang atau kompos, serta sekam bakar dengan perbandingan seimbang (1:1:1). Racikan ini membuat media tetap gembur, kaya nutrisi, dan bebas dari genangan air.

3. Lakukan Penyemaian Terlebih Dahulu

Hindari menanam rimpang secara langsung ke media utama. Semaikan potongan rimpang di tempat yang lembap dan teduh hingga muncul tunas setinggi 3–5 cm. Langkah penyemaian ini mempercepat adaptasi bibit sebelum dipindahkan ke wadah permanen atau lahan terbuka.

4. Atur Kelembapan dan Hindari Air Menggenang

Jahe merah butuh kelembapan, tetapi sangat sensitif terhadap air yang tergenang. Lakukan penyiraman rutin 1–2 kali sehari menyesuaikan cuaca harian. Pastikan lubang drainase bekerja optimal agar akar tidak membusuk.

5. Rutin Memupuk dan Melakukan Pembumbunan

Kategori :