Pemerintah Beri Kode Keras Kenaikan Harga BBM Lagi!

Selasa 21-04-2026,13:46 WIB
Reporter : Gatot Wahyu
Editor : Gatot Wahyu

sultra.disway.id - Belum kering ingatan publik atas lonjakan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi pada pertengahan April 2026, kini masyarakat kembali diminta bersiap. Pemerintah telah memberikan sinyal kuat bahwa penyesuaian harga tahap kedua mungkin saja terjadi dalam waktu dekat.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengungkapkan bahwa arah kebijakan harga BBM sangat bergantung pada satu faktor krusial: fluktuasi harga minyak mentah global.

“Kalau harga minyak turun, tentu tidak ada kenaikan. Tapi kalau tetap tinggi, kemungkinan penyesuaian akan dilakukan,” ujar Bahlil saat memberikan keterangan di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta.

BACA JUGA:Harga BBM Nonsubsidi Naik Mulai 18 April 2026, Pertamax Turbo Tembus Rp19.400 per Liter

Kilas Balik: Lonjakan Signifikan 18 April 2026

Sebagai pengingat, penyesuaian harga tahap pertama yang diberlakukan PT Pertamina Patra Niaga telah melambungkan harga sejumlah produk unggulan. Kenaikan yang terjadi cukup drastis dan berdampak pada biaya operasional sektor transportasi:

  • Pertamax Turbo: Melambung dari Rp13.100 menjadi Rp19.400 per liter.
  • Dexlite: Melonjak dari Rp14.200 menjadi Rp23.600 per liter.
  • Pertamina Dex: Naik dari Rp14.500 menjadi Rp23.900 per liter.

Pertalite dan Biosolar Aman: Kabar Sejuk di Tengah Ketidakpastian

Meski isu kenaikan lanjutan terus berembus, pemerintah masih memasang "benteng" pelindung bagi masyarakat menengah ke bawah.

BACA JUGA:Giliran Karutan Kendari Dicopot Usai Viral Napi Korupsi Ngopi di Kafe

Fokus utama saat ini adalah menjaga daya beli masyarakat melalui kestabilan harga BBM bersubsidi:

  • Pertalite: Tetap di harga Rp10.000 per liter.
  • Biosolar: Bertahan di angka Rp6.800 per liter.

Bahlil menegaskan bahwa selama harga minyak mentah Indonesia (Indonesia Crude Price/ICP) masih berada di bawah angka psikologis 100 dolar AS per barel, harga BBM subsidi tidak akan disentuh.

Harga Minyak Dunia: Penentu Nasib Dompet Kita

Penyesuaian harga di Indonesia bukan dilakukan tanpa dasar. Pemerintah mengacu pada Kepmen ESDM No. 245.K/MG.01/MEM.M/2022. Kondisi terkini menunjukkan:

  • Rata-rata ICP Saat Ini: Berada di kisaran 76 dolar AS per barel.
  • Kewaspadaan Tinggi: Meski lebih rendah dari periode sebelumnya, pemerintah tetap waspada terhadap volatilitas pasar global yang bisa meledak sewaktu-waktu.

BACA JUGA:Bulog Baubau Gelontorkan 8.900 Liter Minyakita, Harga Minyak Goreng Ditargetkan Kembali Normal

Bagaimana dengan Pertamax?

Bagi pengguna kendaraan bensin kelas menengah, masih ada sedikit napas lega. Hingga saat ini, harga beberapa jenis bensin nonsubsidi terpantau masih stabil:

  • Pertamax (RON 92): Masih di angka Rp12.300 per liter.
  • Pertamax Green: Bertahan di harga Rp12.900 per liter.

Stabilnya harga Pertamax ini menjadi penyeimbang penting di tengah kenaikan tajam yang melanda produk diesel premium dan bensin beroktan sangat tinggi.

Munculnya sinyal penyesuaian tahap kedua adalah pengingat bagi kita semua untuk lebih bijak dalam penggunaan bahan bakar. Meskipun perlindungan melalui BBM subsidi tetap diberikan, dinamika harga nonsubsidi akan terus membuntuti pergerakan minyak dunia.

Akankah gelombang kedua ini benar-benar menghantam? Keputusannya kini ada di tangan pasar global.

Kategori :