Dapur Makin Membara! Harga LPG Nonsubsidi Melonjak Tajam per 18 April 2026

Senin 20-04-2026,13:49 WIB
Reporter : Gatot Wahyu
Editor : Gatot Wahyu

sultra.disway.id - Kabar kurang sedap datang bagi para ibu rumah tangga dan pelaku usaha kuliner. Setelah dua tahun "adem ayem", PT Pertamina Patra Niaga resmi mengerek harga LPG nonsubsidi per Sabtu, 18 April 2026.

Kenaikan yang mencapai hampir 19% ini dipicu oleh tensi panas di kancah global yang tak kunjung mendingin.

Bagi Anda pengguna setia LPG nonsubsidi di wilayah Jawa, Bali, hingga NTB, bersiaplah merogoh kocek lebih dalam. Berikut adalah rincian perubahannya:

  • LPG 12 Kg (Tabung Biru): Kini dibanderol Rp228.000, naik drastis dari harga sebelumnya Rp192.000.
  • LPG 5,5 Kg (Bright Gas): Naik menjadi Rp107.000 dari sebelumnya Rp90.000.

BACA JUGA:Peringatan Dini, Cuaca Ekstrem Ancam Sulawesi Tenggara hingga 24 April 2026

Kenaikan rata-rata sebesar 18,8% ini merupakan respons pertama Pertamina setelah tren harga sempat turun pada akhir 2023 lalu. Untuk wilayah di luar Jawa-Bali, harga akan menyesuaikan dengan biaya distribusi masing-masing daerah.

Kenaikan ini bukan tanpa alasan kuat. Ada "badai sempurna" di pasar energi dunia yang memaksa harga domestik ikut terseret:

  • ICP Tembus 100 Dolar AS: Harga minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price) meroket hingga 102,26 dolar AS per barel pada Maret 2026.
  • Panasnya Geopolitik: Konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran telah mengacaukan pasar energi internasional.
  • Krisis Selat Hormuz: Jalur pelayaran paling vital di dunia ini sedang dalam kondisi genting. Mengingat 20% pasokan minyak dunia melewati selat ini, gangguan sekecil apa pun langsung membuat harga energi global—termasuk bahan baku LPG—meledak.

"Kenaikan ini dipicu oleh memanasnya konflik global... Jalur distribusi di Selat Hormuz menjadi titik krusial yang menekan harga," ujar Laode Sulaeman, Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM.

BACA JUGA:Infinix Note 60 Series Makin Gahar di Indonesia, Hadirkan Ultra hingga Edisi Spesial Pininfarina & Yuna

Dampak Nyata: Dompet Rumah Tangga & UMKM Teruji

Kenaikan ini diprediksi bakal memberikan efek domino, terutama bagi:

  • Sektor Rumah Tangga: Pengeluaran bulanan dipastikan membengkak.
  • Pelaku UMKM: Pengusaha kuliner menengah harus memutar otak antara menaikkan harga jual atau mengurangi margin keuntungan.
  • Potensi Migrasi: Ada kekhawatiran masyarakat akan beralih kembali ke LPG 3 Kg (subsidi), yang dapat menambah beban kuota pemerintah.

Lonjakan harga LPG kali ini adalah sinyal nyata bahwa kondisi politik di belahan dunia lain bisa berdampak langsung ke dapur kita. Selama ketegangan di Timur Tengah belum mereda, harga energi diprediksi akan tetap berada di jalur "panas".

Kategori :