sultra.disway.id - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Maritim Kendari mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem di wilayah Sulawesi Tenggara (Sultra) yang diperkirakan berlangsung hingga 24 April 2026.
Koordinator Bidang Observasi dan Informasi Stasiun Meteorologi Maritim Kendari, Faizal Habibie, mengungkapkan kondisi atmosfer saat ini mendukung terjadinya hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang.
“Fenomena ini dipicu oleh suhu permukaan laut yang hangat dengan anomali positif, serta adanya konvergensi atau penumpukan massa udara di wilayah Sulawesi Tenggara,” ujarnya.
BACA JUGA:OnePlus Buds Ace 3 Diam-diam Rilis: Baterai 54 Jam dan ANC Paling Kedap di Kelasnya!
Wilayah Terdampak dan Jadwal Potensi Cuaca Ekstrem
BMKG merinci sebaran potensi cuaca buruk yang akan terjadi secara bertahap di sejumlah daerah:
- 19 April 2026: Kolaka Utara
- 20 April 2026: Kolaka Utara, Buton Utara, Buton, Buton Tengah, Baubau, Buton Selatan
- 21 April 2026: Kolaka, Kolaka Utara, Kolaka Timur
- 22 April 2026: Kolaka, Bombana, Konawe Utara
- 23 April 2026: Kolaka (masih berpotensi hujan lebat)
Penyebab Cuaca Ekstrem
Selain suhu laut yang lebih hangat, BMKG juga mencatat adanya:
- Massa udara basah di lapisan rendah
- Indeks labilitas atmosfer yang tinggi
- Kondisi lokal yang mendukung pembentukan awan hujan
Kombinasi faktor tersebut meningkatkan peluang terbentuknya awan konvektif penyebab hujan deras di wilayah Sultra.
BACA JUGA:Gempa Dangkal Guncang Kendari, BMKG Ungkap Penyebab dari Aktivitas Sesar
Waspadai Dampak Ikutan
BMKG mengingatkan masyarakat agar tetap siaga terhadap dampak lanjutan dari cuaca ekstrem, seperti:
- Jarak pandang menurun
- Jalan licin dan berbahaya
- Risiko banjir dan tanah longsor di wilayah rawan
“Informasi cuaca akan terus kami perbarui secara berkala agar masyarakat dapat mengantisipasi potensi gangguan aktivitas,” kata Faizal.
Imbauan untuk Masyarakat
BMKG mengimbau warga untuk selalu memantau informasi resmi melalui kanal komunikasi BMKG guna mendapatkan update terbaru kondisi cuaca di wilayah masing-masing.
Dengan kewaspadaan dan kesiapsiagaan, diharapkan masyarakat dapat meminimalkan risiko akibat cuaca ekstrem yang melanda Sulawesi Tenggara dalam beberapa hari ke depan.