sultra, disway.id - Inter Milan berdiri di ambang kejayaan. Akhir pekan ini, tepatnya Sabtu dini hari (18/4), San Siro akan menjadi saksi perjuangan anak asuh Cristian Chivu saat menjamu Cagliari dalam lanjutan Serie A.
Bagi Inter, laga ini bukan sekadar mengejar tiga poin biasa. Kemenangan akan membawa mereka melesat dengan keunggulan 12 poin di puncak klasemen, sebuah selisih yang secara psikologis akan meruntuhkan harapan para pesaing.
Kemenangan dramatis pada pekan sebelumnya telah membuktikan bahwa Inter memiliki DNA juara yang sulit dipatahkan. Kini, trofi Scudetto sudah terlihat jelas di depan mata, hanya butuh sedikit dorongan lagi untuk benar-benar dipastikan.
Mentalitas Baja di Tengah Badai
Sempat dihantam keraguan setelah tersingkir dari kancah Eropa, Inter justru menemukan kembali jati diri mereka di liga domestik. Kebangkitan ini dimulai dengan kemenangan telak atas AS Roma, yang kemudian disusul oleh aksi comeback heroik melawan Como.
Meski sempat tertinggal dua gol, mentalitas para pemain Nerazzurri tidak goyah. Mereka membalikkan keadaan menjadi kemenangan 4-3 yang sensasional. Momentum positif ini semakin sempurna setelah rival terdekat seperti AC Milan dan Napoli kehilangan poin, memberikan karpet merah bagi Inter menuju tangga juara.
Keangkeran San Siro dan Statistik Mengerikan
Angka-angka tidak pernah berbohong mengenai kekuatan Inter musim ini. Dengan raihan 75 gol, mereka merupakan mesin gol paling produktif di Italia. Lebih impresif lagi, San Siro belum tersentuh kekalahan dalam sembilan laga kandang terakhir.
Di sisi lain, Cagliari punya catatan kelam setiap kali berkunjung ke Milan. Dalam 26 lawatan terakhir, mereka selalu gagal menjaga gawang tetap bersih (clean sheet), dengan rata-rata kebobolan dua gol per pertandingan. Bagi tim tamu, San Siro adalah labirin yang sulit ditaklukkan.
Sinyal Kebangkitan Tim Underdog
Namun, Cagliari tidak datang untuk menyerah begitu saja. Di bawah asuhan Fabio Pisacane, tim asal Sardinia ini sedang menghirup udara segar setelah memutus tren negatif delapan laga tanpa kemenangan. Hasil positif 1-0 atas Cremonese pekan lalu menjadi suntikan moral yang sangat berharga.
Meski saat ini berjarak enam poin dari zona degradasi, Cagliari sadar posisi mereka belum aman. Mereka harus tampil disiplin untuk mencuri poin di markas Inter demi memastikan diri tetap berada di kasta tertinggi musim depan.
Adu Tajam: Panggung Marcus Thuram dan Duel Emosional Esposito
Absennya sang kapten, Lautaro Martinez, akibat cedera otot memang menjadi kehilangan besar. Namun, Marcus Thuram telah membuktikan bahwa ia siap memikul beban tersebut. Brace yang ia cetak di laga terakhir menjadi sinyal bahaya bagi pertahanan Cagliari.
Menariknya, sorotan juga akan tertuju pada ujung tombak Cagliari, Sebastiano Esposito. Striker muda yang sedang dalam performa panas ini akan menghadapi klub pemiliknya sendiri. Ini adalah kesempatan bagi Esposito untuk menunjukkan bakatnya di hadapan publik Inter.
Prediksi Jalannya Laga
Secara teknis, Inter unggul di segala lini. Kreativitas Nicolo Barella dan Hakan Calhanoglu diprediksi akan menjadi motor serangan yang sulit dibendung.
Cagliari kemungkinan besar akan bermain pragmatis dengan pertahanan gerendel sambil mengincar celah lewat serangan balik.
Namun, melihat intensitas serangan Inter yang konsisten selama 90 menit, misi mencuri poin bagi Cagliari akan menjadi tugas yang sangat berat.
Prediksi Skor: Inter Milan 3-1 Cagliari