Tragis! Terbakar Cemburu, Suami di Ranomeeto Konsel Tega Aniaya Istri Hingga Tewas
Penampakan suami penganiaya istri hingga tewas--Polda Sultra
sultra.disway.id - Aksi Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) berujung maut kembali menggemparkan masyarakat Kecamatan Ranomeeto, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara.
Seorang pria berinisial IN (28) tega menganiaya istrinya sendiri, AN (24), hingga mengembuskan napas terakhir.
Pihak Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Kendari bergerak cepat dan berhasil meringkus pelaku tidak lama setelah peristiwa kelam tersebut dilaporkan.
BACA JUGA:Update Harga BBM Juni 2026: Kabar Baik! Harga Solar Pertamina Turun Drastis
Penangkapan pelaku dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari Tim URC Buser77, Sat Intelkam Intelmob Polda Sultra, dan Polsek Ranomeeto pada Minggu (31/5) siang sekitar pukul 11.30 WITA.
Kepala Satreskrim Polresta Kendari, AKP Welliwanto Malau, membenarkan adanya penangkapan tersebut. Kasus ini pertama kali terendus pihak kepolisian setelah menerima laporan dari warga pada Sabtu (30/5) malam sekitar pukul 23.00 WITA mengenai adanya korban jiwa dengan luka lebam di tubuhnya.
"Menurut informasi awal, pelaku kekerasan dalam rumah tangga yang menyebabkan korban meninggal dunia ini adalah suami korban sendiri yang berinisial IN," terang AKP Welliwanto Malau pada Minggu malam.
Berbekal laporan tersebut, petugas langsung melakukan penyelidikan di tempat kejadian perkara (TKP) dan berhasil mengamankan pelaku tanpa perlawanan berarti.
BACA JUGA:7 Pasangan Mesum Diamankan Polisi Saat Asyik di Kamar Hotel Kendari
Kronologi Penganiayaan Brutal di Dalam Rumah
Berdasarkan hasil interogasi mendalam oleh pihak kepolisian, pelaku mengakui semua perbuatan keji yang dilakukannya kepada sang istri di rumah BTN milik mereka.
Aksi penganiayaan terjadi saat korban tengah berbaring. Pelaku memegangi kedua tangan korban dengan kuat lalu melakukan tindakan kekerasan secara fisik berulang kali. Aksi brutal tersebut baru berhenti setelah korban yang kesakitan memohon ampun kepada pelaku.
Pasca-kejadian, korban sempat mengeluhkan sakit perut yang hebat dan meminta izin untuk ke kamar mandi. Namun nahas, tak berselang lama korban tiba-tiba terjatuh dan kehilangan kesadaran. Pelaku sempat mencoba membangunkan istrinya, namun korban dinyatakan sudah meninggal dunia.
Tak Percaya Korban Tewas dan Berusaha Memandikan
Ada fakta pilu di balik kasus ini. Setelah menyadari sang istri sudah tidak bernyawa di ruang tengah rumah mereka, pelaku sempat syok dan tidak mempercayai kenyataan tersebut.
Dalam kondisi panik dan menyesal, pelaku sempat membersihkan tubuh korban menggunakan air, menyisir rambutnya, bahkan memeluk jasad korban dengan harapan mukjizat agar sang istri bisa hidup kembali. Namun, nyawa korban sudah tidak dapat tertolong lagi akibat luka dalam yang dideritanya.
Sumber: