Ketua KDMP Awunio, Dadang, menyampaikan bahwa keberhasilan ekspor ini membangkitkan optimisme masyarakat desa untuk mengolah potensi lokal menjadi komoditas global.
“Keberadaan Kopdes Merah Putih memberikan semangat baru bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha hingga mampu melakukan ekspor,” ujarnya.
Ke depan, koperasi tersebut menargetkan peningkatan kapasitas produksi guna memenuhi permintaan pasar luar negeri yang terus tumbuh.
BACA JUGA:Bocoran Redmi Buds 8 Active: Desain Nyaman, Harga Ramah Kantong
Pelindo Siapkan 150 Kontainer per Pekan
Dukungan infrastruktur juga menjadi faktor penting. General Manager Pelindo Regional 4 Kendari, Herryanto, menyebutkan bahwa kini Sultra telah memiliki layanan kontainer ekspor langsung ke luar negeri.
“Saat ini kapasitas yang disiapkan mencapai 150 kontainer per minggu,” katanya.
Layanan ini mempermudah pelaku usaha lokal dalam mengakses pasar global tanpa harus mengirim barang melalui pelabuhan di luar daerah.
Ekspor perdana 50 ton arang tempurung kelapa ini menjadi bukti bahwa komoditas berbasis desa mampu bersaing di pasar internasional. Selain meningkatkan pendapatan masyarakat, langkah ini juga memperkuat posisi Sulawesi Tenggara sebagai daerah dengan potensi ekspor non-tambang yang terus berkembang.
Dengan dukungan pemerintah, koperasi, dan infrastruktur pelabuhan, sektor ekonomi kerakyatan Sultra diproyeksikan semakin kompetitif di kancah global.