sultra.disway.id - Pemerintah Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, menaruh harapan besar kepada Dewan Pendidikan Kota Kendari periode 2025–2030 untuk menjadi mitra strategis dalam meningkatkan kualitas pendidikan di seluruh satuan pendidikan, mulai dari PAUD hingga SMP.
Wakil Wali Kota Kendari Sudirman menegaskan bahwa meski dewan pendidikan bersifat mandiri dan tidak berada dalam struktur hierarki pemerintah daerah, perannya sangat krusial dalam mendorong perbaikan mutu sekolah serta memastikan layanan pendidikan benar-benar dirasakan masyarakat.
“Dewan pendidikan diharapkan mampu mewadahi aspirasi masyarakat, merumuskan rekomendasi kebijakan, serta melahirkan program-program yang berdampak langsung pada peningkatan kualitas pendidikan,” ujar Sudirman saat ditemui di Kendari, Senin.
BACA JUGA:Bocoran Lengkap TECNO Pova Curve 2: Desain Curved dan Performa Dimensity, Layak Ditunggu?
Jembatan Aspirasi Masyarakat Pendidikan
Menurut Sudirman, keberadaan Dewan Pendidikan bukan sekadar formalitas, melainkan sebagai jembatan komunikasi antara masyarakat dan pemerintah. Lembaga ini diharapkan mampu menyuarakan persoalan pendidikan yang belum tersentuh layanan pemerintah, khususnya di tingkat sekolah dasar dan menengah pertama.
“Mutu layanan pendidikan bukan hanya soal seberapa besar anggaran yang disalurkan, tetapi apakah manfaatnya benar-benar dirasakan oleh siswa, guru, dan orang tua,” katanya.
Peran Strategis Awasi Kepala Sekolah dan Dana BOS
Sudirman juga mendorong Dewan Pendidikan untuk berkolaborasi aktif dengan dinas terkait, terutama dalam mengevaluasi kinerja kepala sekolah serta pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).
Ia menekankan, pengawasan terhadap pemanfaatan dana BOS dapat dilakukan berdasarkan laporan dan hasil pemeriksaan dari Inspektorat, sehingga pengawasan berjalan objektif dan sesuai aturan.
BACA JUGA:Pemprov Sultra Resmikan Kapal Cepat Kendari–Raha, Dorong Ekonomi dan Percepat Mobilitas Antar Pulau
“Pengurus Dewan Pendidikan yang baru dikukuhkan diharapkan bisa memantau dan mengevaluasi kinerja kepala sekolah, tentu dengan mekanisme yang sah dan terukur,” tegasnya.
Dengan pengawasan yang optimal, Pemkot Kendari berharap kualitas layanan pendidikan meningkat sekaligus mencegah praktik penyimpangan dan korupsi di lingkungan sekolah.
SPM Pendidikan Kendari Jadi Sorotan
Sementara itu, Ketua Dewan Pendidikan Kota Kendari Dr. Alamsyah Lotunani menjelaskan bahwa salah satu tugas utama lembaganya adalah melakukan kajian dan analisis terhadap permasalahan pendidikan berdasarkan data yang ada.
Ia menyoroti Indeks Standar Pelayanan Minimal (SPM) Pendidikan Kota Kendari yang saat ini berada di peringkat enam dari 16 kabupaten/kota se-Sulawesi Tenggara, dengan capaian 69,57 persen.
“SPM ini menjadi perhatian kami. Kami akan mengkaji mengapa Kota Kendari masih berada di posisi tersebut, kemudian menyusun rekomendasi kepada kepala daerah maupun satuan pendidikan,” jelas Alamsyah.
BACA JUGA:Nasib Tragis! Najwa, Bocah 8 Tahun Penjual Tisu Tewas Ditabrak Alat Berat di Kendari