Jelang Ramadhan, Pemkot Kendari Gelar Pangan Murah Agar Harga Stabil dan Warga Lebih Tenang
Pasar Murah untuk warga--ist
sultra.disway.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari, Sulawesi Tenggara, memperkuat langkah pengendalian harga dengan menghadirkan program pangan murah bagi masyarakat menjelang Ramadhan 1447 Hijriah. Program ini menjadi solusi nyata untuk menjaga daya beli warga di tengah potensi lonjakan harga kebutuhan pokok.
Kebijakan tersebut diwujudkan melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar secara masif di berbagai kelurahan. Program ini tidak hanya menekan inflasi pangan, tetapi juga memastikan pasokan kebutuhan pokok tetap aman dan terjangkau menjelang bulan suci.
Asisten I Sekretariat Daerah Kota Kendari, Adriana, menegaskan bahwa GPM merupakan bentuk kehadiran pemerintah dalam menjamin ketenangan masyarakat saat menyambut Ramadhan.
BACA JUGA:Pemkot Kendari Dorong Dewan Pendidikan Tingkatkan Mutu Sekolah dan Pengawasan BOS
“Gerakan pangan murah adalah langkah konkret untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan. Dengan harga yang terjangkau dan distribusi yang lancar, masyarakat bisa menjalankan ibadah Ramadhan dengan lebih khusyuk,” ujar Adriana di Kendari, Selasa (10/2).
Target 150 Kali GPM Sepanjang 2026
Pemkot Kendari menargetkan pelaksanaan GPM sepanjang 2026 meningkat signifikan menjadi 150 kali kegiatan, naik dari 120 kali pada tahun sebelumnya. Hingga Januari 2026, tercatat 20 kegiatan GPM telah sukses digelar dan menjangkau berbagai wilayah permukiman warga.
Langkah ini dinilai efektif untuk menekan gejolak harga yang biasanya meningkat akibat tingginya permintaan menjelang Ramadhan dan Idul Fitri.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Kendari, Abd Rauf, menjelaskan bahwa pelaksanaan GPM di awal tahun ini dilakukan tanpa menggunakan anggaran APBD. Program ini berjalan berkat kolaborasi lintas sektor dengan berbagai mitra strategis.
BACA JUGA:SMA Unggul Garuda Buka 160 Kuota untuk Siswa Lokal Sultra, Fokus Cetak Talenta Sains dan Teknologi
Dukungan datang dari Bank Indonesia, Kadin Sultra, Kadin Kendari, Baznas, hingga pelaku usaha swasta dan distributor lokal.
“Semakin sering pangan murah hadir di tengah masyarakat, semakin kecil tekanan harga di pasar. Warga tidak perlu berebut ke pasar karena kebutuhan pokok sudah tersedia di lingkungan mereka,” jelas Abd Rauf.
Program pangan murah ini bersifat inklusif dan dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa syarat khusus. Pemkot Kendari berharap kehadiran GPM mampu menciptakan stabilitas harga secara menyeluruh, sekaligus melindungi masyarakat dari dampak inflasi pangan.
Selain itu, sinergi dengan BUMN, BUMD, dan distributor lokal terus diperkuat agar rantai pasok tetap aman hingga Hari Raya Idul Fitri.
Dengan langkah ini, Pemkot Kendari optimistis kebutuhan pokok masyarakat dapat terpenuhi dengan harga terjangkau, sehingga Ramadhan 2026 dapat dijalani dengan lebih tenang dan sejahtera.
Sumber: