sultra.disway.id - Program Nikah Gratis di Kantor Urusan Agama (KUA) di Sulawesi Tenggara (Sultra) terus menunjukkan tren positif.
Sepanjang tahun 2025, sebanyak 2.631 pasangan tercatat memilih melangsungkan akad nikah di balai nikah KUA tanpa dipungut biaya sepeser pun.
Data tersebut disampaikan Ketua Tim Kepenghuluan dan Fasilitasi Bina Keluarga Sakinah Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) Sultra, Sugianto, saat ditemui di Kendari, Selasa. Menurutnya, pemanfaatan layanan nikah gratis ini tersebar merata di 17 kabupaten dan kota di wilayah Sultra.
BACA JUGA:Bertahan Hidup di Tengah Ombak: Kisah Mahdi, Nelayan Kolaka yang Berenang 5 Mil Demi Pulang ke Rumah
“Tren ini menunjukkan meningkatnya kesadaran masyarakat untuk memilih layanan publik yang resmi, praktis, dan gratis,” ujar Sugianto.
Akad Nikah di KUA Nol Rupiah
Sugianto menegaskan, akad nikah yang dilaksanakan di balai nikah KUA pada hari dan jam kerja sepenuhnya tidak dikenakan biaya. Faktor inilah yang dinilai menjadi daya tarik utama bagi calon pengantin.
Ia menyebut peningkatan jumlah pasangan yang menikah di KUA tak lepas dari sosialisasi masif terkait kemudahan prosedur dan kepastian layanan.
“Masyarakat kini mulai memahami bahwa menikah di KUA itu mudah, cepat, dan nol biaya. Ini menjadi pilihan rasional di tengah meningkatnya kebutuhan hidup,” katanya.
BACA JUGA:Rekomendasi HP dengan Kamera Terbaik 2026: Andalan Foto & Video untuk Kreator Konten
Desember Jadi Bulan Paling Padat
Berdasarkan data bulanan, Desember 2025 tercatat sebagai periode dengan jumlah pasangan terbanyak yang memanfaatkan layanan nikah gratis, yakni 292 pasangan. Angka tersebut disusul September dengan 276 pasangan dan Februari sebanyak 258 pasangan.
Kemenag Sultra melihat lonjakan ini sebagai sinyal positif atas kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan KUA.
Fasilitas Dibenahi, Layanan Digital Diperkuat
Untuk menjawab meningkatnya minat masyarakat, Kemenag Sultra terus melakukan pembenahan layanan, mulai dari peningkatan kenyamanan balai nikah hingga penguatan sistem pendaftaran berbasis digital.
BACA JUGA:Operasi Keselamatan Anoa 2026: Target Utamanya Pelajar
“Kami ingin balai nikah KUA menjadi tempat yang nyaman dan layak untuk momen sakral pasangan. Digitalisasi juga kami dorong agar proses pendaftaran lebih mudah dan transparan,” jelas Sugianto.
Nikah di Luar KUA Masih Dominan
Meski tren nikah gratis di KUA meningkat, Sugianto mengungkapkan bahwa pernikahan yang dilaksanakan di luar kantor KUA—seperti di rumah atau lokasi resepsi—masih mendominasi sepanjang 2025.