sultra.disway.id - Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Baubau mengusulkan anggaran sebesar Rp10 miliar untuk proyek reklamasi lahan di kawasan Pelabuhan Feri Batulo.
Reklamasi ini direncanakan guna membuka akses jalan khusus kendaraan pengangkut kontainer demi mengurai kepadatan lalu lintas di area pelabuhan.
Lahan yang akan direklamasi memiliki ukuran sekitar 10 x 60 meter persegi dan berlokasi di dekat talud masjid Pelabuhan Feri Batulo, Kota Baubau. Area tersebut diproyeksikan menjadi jalur keluar kontainer yang terpisah dari arus kendaraan penumpang.
BACA JUGA:6 Rekomendasi HP Realme RAM 8GB dengan Performa Stabil dan Layar Mulus
Kurangi Kemacetan di Musim Angkutan Padat
Kepala KSOP Baubau, Taher Laitupa, menjelaskan bahwa rencana reklamasi menjadi kebutuhan mendesak karena selama ini arus kendaraan di pelabuhan masih mengandalkan satu pintu akses. Kondisi ini kerap memicu kepadatan, terutama saat masa angkutan Lebaran serta Natal dan Tahun Baru.
“Reklamasi akses jalan ini kami usulkan untuk membuka pintu keluar khusus kontainer, sehingga tidak lagi bercampur dengan kendaraan penumpang,” ujar Taher, Minggu (1/2/2026).
Menurutnya, estimasi anggaran yang dibutuhkan untuk merealisasikan proyek tersebut mencapai sekitar Rp10 miliar dan telah dilaporkan kepada pimpinan di tingkat pusat.
BACA JUGA:Ini Dia Daya Tarik Tecno Spark GO 3: Bawa Fitur Tak Biasa di Kelasnya!
Dukung Aktivitas Ekspor Pelabuhan Baubau
Taher menambahkan, keberadaan akses jalan kontainer menjadi semakin penting seiring meningkatnya aktivitas logistik dan ekspor di Pelabuhan Baubau.
Pemisahan jalur kendaraan dinilai dapat memperlancar arus barang sekaligus meningkatkan aspek keselamatan dan kenyamanan pengguna jasa pelabuhan.
Lahan yang akan direklamasi sendiri telah dihibahkan oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara kepada Kementerian Perhubungan, sehingga secara administrasi tidak lagi menemui kendala kepemilikan.
Ditargetkan Terealisasi Tahun 2026
KSOP Baubau memastikan usulan anggaran reklamasi telah masuk dalam tahap perencanaan dan berharap pekerjaan fisik dapat mulai direalisasikan pada tahun 2026.
“Kami sudah mengusulkan agar proyek ini bisa diupayakan berjalan tahun 2026,” kata Taher.
BACA JUGA:Liverpool Dekati Bek Serbabisa Lutsharel Geertruida
Meski demikian, realisasi proyek tetap bergantung pada kebijakan dan prioritas anggaran pemerintah pusat, mengingat alokasi dana ditentukan berdasarkan kebutuhan nasional.