PMI Asal Konawe Diduga Disiksa di Oman, BP3MI Sultra Ungkap Dugaan TPPO

Selasa 20-01-2026,14:49 WIB
Reporter : Gatot Wahyu
Editor : Gatot Wahyu

Selain fokus pada penyelamatan korban, BP3MI Sultra juga menyiapkan pendampingan dan edukasi hukum bagi keluarga korban di Konawe. Pihak keluarga akan didampingi untuk melaporkan kasus ini ke aparat penegak hukum setelah seluruh dokumen pendukung terkumpul.

“Tugas kami memastikan keluarga mendapat pendampingan agar para pelaku pengiriman ilegal bisa diproses secara hukum,” ujarnya.

Tim BP3MI bahkan telah diterjunkan ke kediaman keluarga di Desa Amosilu, Kecamatan Besulutu, untuk mengumpulkan data paspor serta membantu pelacakan keberadaan korban sebelumnya.

Kasus Terungkap dari Video Viral

Kasus ini mencuat setelah Eka Arwati mengunggah video pengakuan yang viral di media sosial. Dalam video tersebut, ia mengaku dipaksa bekerja meski sakit, mengalami pemukulan, hingga pelecehan oleh majikannya.

“Saya bekerja sudah tiga bulan, saya sakit dua bulan, tapi tetap dipaksa kerja. Saya dipukuli, dilecehkan, dan diancam. Saya hanya ingin pulang dengan selamat,” ujar korban dengan suara bergetar.

BACA JUGA:Ini Bocoran Harga dan Spesifikasi Realme P4 Power 5G: Baterai 10.000mAh Jadi Andalan!

Meski keberangkatan korban diduga melanggar aturan, BP3MI menegaskan bahwa keselamatan WNI tetap menjadi prioritas utama. Laporan resmi dari keluarga telah masuk ke Crisis Center, dan BP3MI akan menyurati KBRI Oman untuk memastikan proses perlindungan dan pemulangan berjalan maksimal.

Kasus ini kembali menjadi peringatan keras akan bahaya pengiriman PMI secara nonprosedural, sekaligus pentingnya perlindungan negara bagi pekerja migran Indonesia di luar negeri.

Kategori :