OpenAI Luncurkan ChatGPT Health, Ruang Khusus Diskusi Kesehatan yang Lebih Aman dan Terpisah

Minggu 11-01-2026,20:25 WIB
Reporter : Gatot Wahyu
Editor : Gatot Wahyu

sultra.disway.id - OpenAI resmi memperkenalkan fitur anyar bernama ChatGPT Health, sebuah ruang khusus yang memungkinkan pengguna berdiskusi dengan ChatGPT seputar kesehatan dan kebugaran secara lebih terstruktur dan terpisah dari percakapan umum.

Mengutip laporan TechCrunch pada Jumat, OpenAI menjelaskan bahwa fitur ini dirancang untuk menjaga konteks pembahasan kesehatan tetap berada di satu ruang tersendiri. Dengan demikian, topik sensitif terkait kesehatan tidak akan tercampur atau terbawa ke dalam interaksi pengguna lainnya.

Jika pengguna membahas isu kesehatan di luar ruang Health, sistem ChatGPT secara otomatis akan menyarankan agar percakapan tersebut dipindahkan ke ChatGPT Health demi menjaga konteks dan privasi.

Langkah ini diambil seiring tingginya minat pengguna terhadap topik kesehatan. OpenAI mencatat, setiap pekan lebih dari 230 juta pertanyaan terkait kesehatan dan kebugaran diajukan melalui ChatGPT.

BACA JUGA:iPhone Bakal Pakai Kamera 200 MP, Apple Siapkan Lompatan Besar di Dunia Fotografi

Di dalam ruang ChatGPT Health, sistem dapat memanfaatkan konteks dari interaksi sebelumnya—seperti kebiasaan olahraga, target kebugaran, atau pola aktivitas—untuk memberikan respons yang lebih relevan dan personal.

Tak hanya itu, OpenAI juga membuka peluang integrasi dengan data pribadi dari aplikasi kesehatan pihak ketiga, seperti Apple Health, Function, dan MyFitnessPal. Meski demikian, OpenAI menegaskan bahwa seluruh percakapan di ChatGPT Health tidak akan digunakan untuk melatih model AI mereka.

CEO of Applications OpenAI, Fidji Simo, dalam unggahan di blog resmi perusahaan menyebut ChatGPT Health sebagai upaya menjawab berbagai persoalan di sektor layanan kesehatan. Mulai dari mahalnya biaya perawatan, terbatasnya akses ke tenaga medis, jadwal dokter yang padat, hingga minimnya kesinambungan perawatan pasien.

Namun, OpenAI juga menyadari tantangan besar dalam penggunaan kecerdasan buatan untuk topik medis. Model bahasa besar seperti ChatGPT bekerja dengan memprediksi jawaban paling mungkin muncul, bukan memverifikasi kebenaran medis secara mutlak. Hal ini membuat AI tetap berpotensi menghasilkan kesalahan atau informasi yang menyesatkan.

BACA JUGA: Tim SAR Berpacu dengan Waktu, Nelayan dan Anaknya Selamat dari Kecelakaan Laut di Wakatobi

Karena itu, OpenAI kembali menegaskan bahwa ChatGPT tidak dapat dijadikan rujukan untuk diagnosis maupun pengobatan kondisi kesehatan apa pun. AI ini hanya berfungsi sebagai pendamping informasi, bukan pengganti tenaga medis profesional.

Fitur ChatGPT Health dijadwalkan mulai diluncurkan secara bertahap kepada pengguna dalam beberapa pekan ke depan.

Kategori :