Meski demikian, usia Rashford yang kini menginjak 28 tahun memunculkan tanda tanya soal nilai investasi jangka panjang.
Sepanjang kariernya, ia dikenal sangat mengandalkan kecepatan, yang bisa menurun seiring waktu.
Di bawah asuhan Hansi Flick sejak musim 2024 2025, Barcelona tampil sebagai salah satu tim paling tajam di dunia.
Namun, Flick berpotensi menghadapi tantangan serius di lini depan dalam waktu dekat.
Robert Lewandowski memang masih produktif dengan koleksi 77 gol dari 108 laga La Liga, tetapi usianya yang sudah 37 tahun membuatnya sulit diandalkan sebagai starter dalam jangka panjang.
Nama Harry Kane juga dikaitkan dengan Barcelona, namun sang striker akan berusia 33 tahun saat musim 2026 2027 dimulai, sehingga hanya menjadi solusi sementara.
Sementara itu, Lamine Yamal yang baru berusia 18 tahun sudah dianggap sebagai salah satu talenta terbaik dunia.
Namun, intensitas bermain yang terlalu tinggi di usia muda meningkatkan risiko cedera, apalagi sang pemain sempat mengalami masalah kebugaran musim ini.
Karena itu, mencari pelapis yang sepadan di lini depan dinilai sebagai prioritas bagi Barcelona.
Dalam konteks ini, Marcus Rashford bisa menjadi opsi realistis untuk menjaga kedalaman skuad sekaligus stabilitas performa tim.