Petugas kepolisian yang menerima laporan segera mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memasang garis polisi.
Di sekitar TKP, polisi menemukan sejumlah barang bukti, di antaranya pakaian korban yang terbakar serta botol bekas berisi sisa bahan bakar.
Hasil pemeriksaan sementara menunjukkan korban mengalami luka sayatan di leher, cedera akibat benda tumpul di kepala, serta luka bakar di sejumlah bagian tubuh.
Proses Hukum Ditangani Polisi Militer
Karena melibatkan oknum TNI, penanganan perkara ini dilimpahkan kepada Polisi Militer (POM) Baubau. Hingga kini, kedua terduga pelaku telah diamankan dan ditahan di Subdenpom Baubau untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
“Proses hukum masih berjalan. Saat ini masih tahap penyelidikan dan penyidikan, termasuk pengumpulan barang bukti,” ujar Kolonel Afriandy.
Ia menegaskan institusinya tidak akan menutup-nutupi kasus tersebut dan berkomitmen menegakkan hukum secara transparan.
BACA JUGA:Chelsea Bidik Ayyoub Bouaddi, Gelandang Muda Lille Jadi Rebutan Raksasa Inggris
“Jika terbukti bersalah, yang bersangkutan akan diproses sesuai hukum yang berlaku. Kami bertanggung jawab dan memohon maaf kepada keluarga korban serta masyarakat Kota Baubau,” tegasnya.
Sosok WK di Mata Keluarga dan Lingkungan
WK diketahui lahir pada 17 Agustus 2002 dan aktif di media sosial. Dari unggahannya, korban dikenal gemar memasak dan berolahraga.
Kunjungan terakhirnya ke rumah orang tua terjadi pada Minggu pagi, sebelum akhirnya ditemukan tewas sekitar pukul 12.30 WITA di bawah jembatan permandian Kogawuna.
Hingga kini, penyelidikan masih terus berlanjut untuk mengungkap motif pembunuhan serta peran masing-masing terduga pelaku dalam kasus yang menyita perhatian publik tersebut.