Dua Hari Tak Bisa Dihubungi, Pria Ditemukan Meninggal di Kamar Indekos Kolaka
Ilustrasi mayat--ist
sultra.disway.id - Seorang pria ditemukan meninggal dunia di dalam kamar indekosnya di Kelurahan Laloeha, Kecamatan Kolaka, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara (Sultra), Sabtu (17/1/2026) dini hari. Korban diketahui sempat hilang kontak selama dua hari sebelum akhirnya ditemukan tak bernyawa.
Korban berinisial ID (36), seorang wiraswasta yang tercatat beralamat di Desa Hukohuko, Kecamatan Pomalaa, Kabupaten Kolaka. Meski demikian, korban diketahui berasal dari Jakarta.
Penemuan jenazah pertama kali dilaporkan sekitar pukul 00.53 Wita. Rekan-rekan korban mulai curiga setelah ponsel ID tidak aktif dan tak bisa dihubungi sejak dua hari terakhir.
BACA JUGA:BMKG Ungkap Sesar Aktif Picu Gempa Dangkal di Kolaka Timur
“Korbannya ditemukan sudah meninggal dunia di dalam kamar indekos setelah dua hari tidak dapat dihubungi oleh rekan-rekannya,” ujar Kasi Humas Polres Kolaka AKP Dwi Arif, saat dikonfirmasi, Sabtu.
Kronologi Penemuan
Kecurigaan bermula pada Jumat malam (16/1) sekitar pukul 21.00 Wita. Salah seorang rekan korban, Akmal, meminta bantuan saksi berinisial D untuk mengecek kondisi ID di kamar indekosnya.
“Rekan korban meminta saksi mengecek kamar indekos karena korban tidak bisa dihubungi sejak dua hari sebelumnya,” jelas AKP Dwi Arif.
Saksi kemudian mendatangi indekos korban sekitar pukul 00.53 Wita. Saat tiba di lokasi, pintu kamar terkunci rapat dan lampu dalam kondisi mati. Bersama penghuni indekos lainnya, saksi berusaha mengintip ke dalam kamar melalui ventilasi udara.
“Dari ventilasi terlihat korban dalam posisi tengkurap. Setelah itu pintu kamar dibuka secara paksa untuk memastikan kondisi korban,” ungkapnya.
BACA JUGA:Lava Blaze Duo 3 Siap Meluncur, Andalkan Desain Layar Ganda!
Saat pintu berhasil dibuka, korban dipastikan telah meninggal dunia. Kejadian tersebut langsung dilaporkan ke pihak kepolisian.
Polisi Lakukan Penyelidikan
Tim Inafis Satreskrim Polres Kolaka bersama pihak rumah sakit segera mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan pemeriksaan awal terhadap jenazah.
“Penyebab kematian korban masih dalam penyelidikan. Kami telah melakukan olah TKP serta pemeriksaan awal bersama pihak rumah sakit,” kata AKP Dwi Arif.
Setelah proses awal selesai, jenazah korban dibawa oleh pihak keluarga ke kampung halamannya di Jakarta untuk dimakamkan. Meski demikian, pihak kepolisian memastikan penyelidikan tetap berlanjut guna mengungkap penyebab pasti kematian korban.
Sumber: