Gandeng BP3MI, Polda Sultra Siapkan Pekerja Migran Handal dan Bersertifikat
--
sultra, disway.id - Langkah nyata dalam membenahi persoalan ketenagakerjaan terus ditunjukkan Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra).
Melalui sinergi erat bersama Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI), Polda Sultra turun tangan mematangkan kompetensi dan keahlian para calon Pekerja Migran asal daerah tersebut sebelum bertolak ke mancanegara.
Wakil Kepala Polda Sultra, Brigjen Pol Budi Hermawan, menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan bagian dari penguatan program Polisi Peduli Pengangguran. Inisiatif tersebut dirancang khusus oleh kepolisian guna menjawab persoalan sosial ketenagakerjaan sekaligus menjaga kondusivitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Menurut Budi, tingginya angka pengangguran berbanding lurus dengan dinamika stabilitas kamtibmas. Oleh karena itu, penanganannya tidak bisa dilakukan sendiri, melainkan butuh keterlibatan terpadu antar-instansi.
"Polri harus hadir, berbuat, dan bermanfaat bagi masyarakat. Program Polisi Peduli Pengangguran ini merupakan bagian dari Quick Wins Kapolri dalam menjawab persoalan sosial di tengah masyarakat," kata Budi.
Budi menambahkan, pihak kepolisian berkomitmen penuh menggenjot kualitas sumber daya manusia (SDM) lokal. Salah satunya dengan memaksimalkan peran personel Bhabinkamtibmas sebagai garda terdepan untuk menyebarluaskan informasi pelatihan kerja serta peluang pengasahan keterampilan bagi warga.
"Melalui kemitraan terpadu bersama instansi pelatihan vokasi dan perbankan, program ini diharapkan mampu mempermudah proses administrasi dokumen serta menyambungkan peserta pelatihan dengan peluang kerja nyata di mancanegara," ujarnya.
Sinergi strategis ini disambut hangat oleh Kepala BP3MI Sultra, La Ode Askar. Pihaknya mengapresiasi komitmen Polda Sultra dalam mencetak Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang tidak hanya tangguh dan terampil, tetapi juga terlindungi secara hukum, sosial, maupun ekonomi.
"Saat ini sebanyak 584 warga Sulawesi Tenggara tercatat telah bekerja di luar negeri secara mandiri, sehingga pembekalan keterampilan teknis seperti pelatihan pengolahan sawit, barista, hingga tata kecantikan serta kemampuan berbahasa asing menjadi kebutuhan krusial bagi calon pekerja migran," tambah Askar.
Sumber: