Eliminasi Kusta dan Frambusia, Ini Langkah-Langkah Strategis Pemkot Baubau
Kusta--net
sultra.disway.id - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Baubau, Sulawesi Tenggara, mengambil langkah proaktif dengan memberikan pelatihan intensif kepada para pengelola program puskesmas.
Langkah strategis ini bertujuan untuk mendongkrak kompetensi tenaga kesehatan sekaligus mempercepat penanganan serta pencegahan kasus penyakit kusta dan frambusia di wilayah tersebut.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kota Baubau, Yuslina, menjelaskan bahwa program pelatihan ini terselenggara berkat kerja sama dengan Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) Provinsi Sulawesi Tenggara.
BACA JUGA:Cegah Penularan Penyakit, LPKA Kendari Intensifkan Pemeriksaan Kesehatan Anak Binaan
Kegiatan ini menjadi bagian penting dari agenda nasional untuk mewujudkan eliminasi kusta dan eradikasi frambusia secara tuntas.
"Kerja sama ini bertujuan untuk menyamakan persepsi, meningkatkan kompetensi, serta memperkuat kapasitas tenaga kesehatan dalam deteksi dini dan tata laksana kasus di wilayah kerja masing-masing," ujar Yuslina saat dihubungi dari Kendari.
Penuntasan kedua penyakit menular ini, lanjutnya, memerlukan pendekatan yang komprehensif dan menyeluruh. Strategi yang diterapkan mencakup promosi kesehatan yang intensif kepada masyarakat, penemuan kasus secara dini, pemberian pengobatan yang tepat, hingga distribusi obat pencegahan guna menekan laju penularan di lapangan.
Pihaknya juga memberikan penekanan khusus pada pentingnya deteksi dini. Keterlambatan dalam mendiagnosis penyakit kusta memegang risiko tinggi yang dapat berujung pada kecacatan permanen bagi para penderitanya.
BACA JUGA:Pemkot Baubau Terjunkan 24 Dokter PIDI Perkuat Layanan Kesehatan Kepulauan
Oleh karena itu, para tenaga kesehatan diinstruksikan agar lebih peka terhadap berbagai gejala awal, seperti timbulnya bercak atau kelainan kulit di tengah masyarakat. Pendekatan pasif dengan menunggu pasien datang ke fasilitas kesehatan sudah harus ditinggalkan, diganti dengan aksi surveilans aktif langsung ke lapangan.
Selain berfokus pada aspek klinis dan penanganan medis, para peserta pelatihan juga dibekali keterampilan untuk disiplin menerapkan sistem pelaporan berbasis digital.
Penggunaan teknologi ini krusial agar data yang dihimpun memiliki tingkat akurasi tinggi, yang nantinya akan dijadikan landasan kuat dalam pengambilan kebijakan strategis oleh pemerintah daerah.
BACA JUGA:Kabar Gembira! Pemprov Sultra Siapkan Rp30 Miliar untuk BPJS Kesehatan Gratis
Melalui pelatihan ini, Dinkes Baubau berharap seluruh peserta dapat menjadi agen perubahan dengan membagikan ilmu dan pengalaman yang didapat kepada rekan sejawat di unit kerja masing-masing, mulai dari jajaran dokter, perawat, hingga bidan desa.
Sumber: