PPPK Terancam PHK? Ini Strategi Mendagri Agar Pemda Selamatkan Tenaga Honorer

PPPK Terancam PHK? Ini Strategi Mendagri Agar Pemda Selamatkan Tenaga Honorer

Jadwal Pelantikan PPPK Paruh Waktu dan ketentuannya--ist

sultra.disway.id - Isu potensi pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) mulai mengemuka dan menjadi sorotan nasional.

Tito Karnavian pun angkat bicara, meminta pemerintah daerah (pemda) tidak panik, melainkan bergerak cepat dengan strategi yang tepat.

Menurutnya, langkah efisiensi anggaran dan kreativitas dalam menggali pendapatan daerah menjadi kunci utama agar PPPK tetap aman dari ancaman PHK.

BACA JUGA:Mafia BBM Terendus! Polres Buton Gerebek Truk Muatan 5 Ton Solar Oplosan di Jalur Poros

Batas Belanja Pegawai 30 Persen Jadi Tantangan Serius

Kebijakan dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 menetapkan bahwa mulai Januari 2027, belanja pegawai daerah dibatasi maksimal 30 persen dari APBD.

Aturan ini dinilai akan mempersempit ruang fiskal daerah. Jika tidak diantisipasi sejak dini, kondisi ini berpotensi memicu pengurangan tenaga PPPK di berbagai wilayah.

Sebagai langkah awal, Tito Karnavian meminta pemda segera melakukan efisiensi pada pos anggaran yang tidak prioritas.

Beberapa pengeluaran yang bisa ditekan antara lain:

  • Rapat-rapat berlebihan
  • Perjalanan dinas
  • Anggaran konsumsi (makan dan minum)

Ia menegaskan, efisiensi yang konsisten bisa membantu menutup kebutuhan pembayaran gaji PPPK tanpa harus melakukan PHK.

BACA JUGA:Siap-Siap Rogoh Kocek Lebih Dalam! Sony Resmi Naikkan Harga PS5 dan PS5 Pro Mulai April 2026

Jangan Bergantung Pusat, Pemda Harus Kreatif

Selain penghematan, pemda juga didorong untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Kreativitas kepala daerah menjadi faktor penentu dalam menjaga stabilitas anggaran.

Langkah yang bisa dilakukan antara lain:

  • Mengoptimalkan peran BUMD
  • Mendorong pertumbuhan UMKM lokal
  • Memaksimalkan pajak sektor restoran dan hotel

“Peran kepala daerah diuji di sini. Tidak cukup hanya menjalankan rutinitas, tapi harus mampu menciptakan sumber pendapatan baru,” tegas Tito.

BACA JUGA:Xiaomi Rilis Redmi 15A 5G, HP Murah dengan Baterai 6300 mAh dan Layar 120Hz

Relaksasi Aturan Ada, Tapi Bukan Solusi Utama

Sumber: