Stop Bullying! Pemprov Sultra Turunkan Psikolog ke SMA, SMK, dan SLB

Stop Bullying! Pemprov Sultra Turunkan Psikolog ke SMA, SMK, dan SLB

Perudungan --JPPI

sultra.disway.id - Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) memperkuat upaya pencegahan perundungan (bullying) di lingkungan sekolah dengan menggandeng tenaga profesional.

Melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Tenggara, langkah kolaboratif ini menyasar seluruh SMA, SMK, dan SLB se-Bumi Anoa.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dikbud Sultra, Aris Badara, mengatakan pihaknya telah menjalin kerja sama strategis dengan psikolog dari Universitas Halu Oleo guna memberikan pendampingan menyeluruh bagi siswa maupun tenaga pendidik.

“Kami sudah berkoordinasi dengan psikolog dari Universitas Halu Oleo. Dalam waktu dekat akan dilakukan program education psychology di sekolah-sekolah untuk menentukan bentuk penanganan yang paling tepat,” ujarnya di Kendari, Senin.

BACA JUGA:Kabar Gembira! Bansos Beras 10 Kg & Minyak Goreng Cair Jelang Ramadan 2026, Cek Syaratnya di Sini

Pendampingan Psikologis dan Evaluasi Sekolah

Program ini tidak hanya fokus pada pencegahan, tetapi juga penanganan kasus yang sudah terjadi. Tim Dikbud turun langsung menemui orang tua dan siswa terdampak guna memastikan proses pemulihan psikologis berjalan optimal.

Pendekatan berbasis psikologi pendidikan diharapkan mampu memetakan akar masalah, sekaligus membangun budaya sekolah yang lebih inklusif, aman, dan ramah anak.

Aturan Penggunaan HP Diperketat

Selain pendekatan mental, Dikbud Sultra juga memperketat regulasi penggunaan telepon genggam di lingkungan sekolah. Penggunaan HP kini dibatasi hanya untuk mendukung kegiatan belajar mengajar.

BACA JUGA:Bocoran Spesifikasi Lengkap Google Pixel 10a: Layar 120Hz, Fast Charging 45W, dan Fitur Satelit

Langkah ini diambil untuk meminimalisasi potensi perundungan digital (cyberbullying) serta gangguan konsentrasi siswa saat proses pembelajaran berlangsung.

Peran Guru dan Orang Tua Diperkuat

Dikbud Sultra menekankan pentingnya sinergi antara wali kelas, guru bimbingan konseling (BK), dan orang tua dalam melakukan pengawasan terhadap siswa.

“Seluruh guru dan orang tua harus berperan aktif. Pengawasan ketat diperlukan agar sekolah menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi siswa untuk belajar tanpa rasa takut,” tegas Aris.

Dengan kolaborasi lintas pihak ini, Pemprov Sultra berharap tercipta lingkungan pendidikan yang sehat, bebas perundungan, dan mendukung tumbuh kembang siswa secara optimal.

Sumber: