Duka di Bungkutoko, Tim SAR Temukan Pemancing yang Tenggelam di Perairan Kendari

Duka di Bungkutoko, Tim SAR Temukan Pemancing yang Tenggelam di Perairan Kendari

Tim Basarnas menemukan pemancing yang tenggelam di Perairan Kendari--basarnas kendari

sultra.disway.id - Upaya pencarian yang dilakukan selama dua hari akhirnya berujung duka. Tim SAR Gabungan menemukan jasad seorang pemancing yang dilaporkan tenggelam di Perairan Bungkutoko, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara.

Korban diketahui bernama Ardiansyah (22). Kepala Basarnas Kendari, Amiruddin, mengatakan jasad korban ditemukan pada Sabtu sore sekitar pukul 16.00 Wita, tidak jauh dari titik awal korban dilaporkan terseret arus.

“Korban ditemukan sekitar lima meter dari lokasi terakhir terlihat, dalam kondisi meninggal dunia,” ujar Amiruddin saat ditemui di Kendari.

Setelah ditemukan, jasad Ardiansyah langsung dievakuasi ke Dermaga Basarnas Kendari untuk kemudian diserahkan kepada pihak keluarga guna proses selanjutnya.

BACA JUGA:Revitalisasi 147 Sekolah, Pemprov Sultra Kucurkan Rp72 Miliar

BACA JUGA:Pemancing Muda Tenggelam di Perairan Bungkutoko Kendari, Tim SAR Lakukan Pencarian Intensif

Dengan ditemukannya korban, Operasi SAR kondisi membahayakan manusia terhadap seorang pemancing yang tenggelam di Perairan Bungkutoko resmi dinyatakan selesai dan ditutup. Seluruh unsur yang terlibat dalam pencarian pun dikembalikan ke satuan masing-masing.

Operasi pencarian ini melibatkan banyak pihak, mulai dari Staf Operasi dan tim penyelamat Basarnas Kendari, Polairud Polda Sultra, Polsek Abeli, Tagana Kota Kendari, Forum Kendari Tanggap Bencana, RAPI Sultra, Dompet Dhuafa Volunteer Sultra, IEA Sultra, UKM SAR Universitas Halu Oleo, aparat Kelurahan Bungkutoko, hingga masyarakat sekitar dan keluarga korban.

Amiruddin menjelaskan, insiden tragis ini bermula pada Kamis (8/1) sekitar pukul 08.50 Wita, saat korban pergi memancing di sekitar Perairan Bungkutoko. Ketika kail pancing miliknya tersangkut, korban berusaha melepaskannya.

Namun derasnya arus di lokasi tersebut justru menyeret korban hingga akhirnya tenggelam. Upaya pencarian sempat dilakukan oleh warga sekitar dan keluarga korban, namun tidak membuahkan hasil hingga Tim SAR Gabungan diterjunkan.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk selalu meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di perairan, terutama di wilayah dengan arus laut yang cukup kuat.

Sumber: