BMKG Ungkap Penyebab dan Jenis Gempa yang Guncang Kendari dan Konawe Selatan
Ilustrasi gempa--
sultra.disway.id - Kota Kendari dan Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), diguncang gempa bumi pada Jumat siang, 2 Januari 2026.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa tersebut dipicu oleh aktivitas sesar aktif di wilayah daratan Sultra.
Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah IV Makassar, Irwan Slamet, menjelaskan bahwa gempa terjadi sekitar pukul 13.19 WITA dan termasuk kategori gempa bumi tektonik.
BACA JUGA:Motorola Panaskan Persaingan: Edge 70 Pro Siap Meluncur dengan AI Canggih dan Fast Charging 90W
“Gempa dirasakan di wilayah Ranomeeto, Kabupaten Konawe Selatan. Berdasarkan hasil analisis BMKG, gempa ini disebabkan oleh aktivitas Sesar Kendari Central,” ujar Irwan saat dikonfirmasi di Kendari, Jumat.
BMKG mencatat gempa tersebut memiliki magnitudo 1,6, dengan episenter berada pada koordinat 4,05 Lintang Selatan dan 122,42 Bujur Timur.
Lokasi pusat gempa berada di darat, sekitar 41 kilometer timur laut Konawe Selatan, dengan kedalaman relatif dangkal, yakni 7 kilometer.
Menurut Irwan, karakteristik tersebut menunjukkan bahwa gempa termasuk gempa dangkal akibat pergerakan sesar, yang umum terjadi di wilayah Sulawesi Tenggara yang memiliki struktur geologi aktif.
BACA JUGA:Harga BBM Pertamina Turun Mulai 1 Januari 2026
Berdasarkan peta estimasi guncangan dan laporan masyarakat, getaran gempa dirasakan di wilayah Ranomeeto dan sekitarnya dengan intensitas II MMI. Pada skala ini, gempa dirasakan oleh sebagian orang, terutama di dalam rumah, serta menyebabkan benda-benda ringan yang digantung tampak bergoyang.
“Hingga saat ini, belum ada laporan kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat gempa tersebut,” jelas Irwan.
BMKG juga memastikan bahwa hingga pukul 14.35 WITA, belum terdeteksi adanya gempa susulan di wilayah terdampak.
Meski gempa tergolong kecil dan tidak menimbulkan dampak serius, BMKG tetap mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan waspada. Warga diminta untuk tidak mudah percaya pada informasi yang tidak jelas sumbernya.
“Kami mengimbau masyarakat agar selalu mengikuti informasi resmi dari BMKG melalui kanal komunikasi yang telah terverifikasi,” pungkas Irwan.
Sumber: