Tak Semua Negara Rayakan Tahun Baru Tiap 1 Januari, Ini Buktinya

Tak Semua Negara Rayakan Tahun Baru Tiap 1 Januari, Ini Buktinya

Negara tak rayakan tahun baru 1 Januari--

sultra.disway.id - Di saat mayoritas penduduk bumi bersorak menyambut kembang api pertama di tahun 2026, suasana berbeda justru terasa di beberapa titik peta dunia.

Bagi miliaran orang, tanggal 1 Januari hanyalah lembaran kalender biasa yang lewat tanpa selebrasi. Faktor sistem penanggalan kuno, keyakinan religius, hingga kebijakan politik membuat perayaan pergantian tahun menjadi fenomena yang sangat beragam.

Dikutip dari laporan Go2Tutors dan berbagai sumber literasi budaya, berikut adalah deretan negara yang memiliki "jadwal" sendiri untuk merayakan awal yang baru.

BACA JUGA:Tak Perlu Mahal! 5 HP OPPO 2 Jutaan dengan Fitur Paling Lengkap

1. China & Vietnam: Kesetiaan pada Sang Rembulan

Di Tiongkok, meski gemerlap kembang api mulai merambah kota-kota besar seperti Shanghai pada 31 Desember malam, pesta tersebut hanyalah pemanasan.

Masyarakat China lebih menantikan Festival Musim Semi atau Imlek. Ratusan juta orang akan melakukan Chunyun—migrasi manusia tahunan terbesar di dunia—hanya untuk menikmati jamuan makan malam bersama keluarga besar.

Senada dengan tetangganya, Vietnam lebih memprioritaskan Tết Nguyên Đán. Di sini, persiapan dilakukan berminggu-minggu sebelumnya.

Warga akan membersihkan rumah secara total untuk membuang kesialan tahun lalu dan menghiasinya dengan bunga persik (Hoa Đào) sebagai simbol keberuntungan dan pembaruan hidup.

BACA JUGA:Rekomendasi HP Gaming 1 Jutaan dengan Spesifikasi Menarik

2. Ethiopia: Sang Penjaga Waktu yang Berbeda 7 Tahun

Ini adalah fakta yang paling mencengangkan: Saat Anda merasa berada di tahun 2026, warga Ethiopia justru merasa baru saja melampaui tahun 2018 atau 2019.

Menggunakan kalender Ortodoks yang unik, Ethiopia merayakan tahun baru yang disebut Enkutatash pada tanggal 11 atau 12 September. Perayaan ini bertepatan dengan berakhirnya musim hujan dan mekarnya bunga matahari kuning yang menyelimuti dataran tinggi Ethiopia.

3. Iran: Merayakan Harmoni Alam lewat Nowruz

Bagi masyarakat Iran, tahun baru adalah tentang ekuinoks musim semi. Tradisi Nowruz yang telah berusia lebih dari 3.000 tahun ini jatuh pada saat matahari melintasi ekuator selestial.

Salah satu keunikannya adalah penyusunan meja Haft-sin, sebuah altar dekoratif yang berisi tujuh benda simbolis (seperti cermin, apel, hingga kecambah gandum) yang melambangkan kebangkitan, kesehatan, dan kemakmuran.

BACA JUGA:Masih Jadi Favorit! Ini HP Samsung 1 Jutaan yang Paling Banyak Dicari

4. Arab Saudi & Brunei: Antara Tradisi dan Regulasi

Sumber: