Tak Semua Negara Rayakan Tahun Baru Tiap 1 Januari, Ini Buktinya
Negara tak rayakan tahun baru 1 Januari--
Di kawasan Timur Tengah dan Asia Tenggara, faktor religi memegang peranan kunci:
- Arab Saudi: Sebagai pusat dunia Islam, negara ini secara resmi menggunakan kalender Hijriah. 1 Muharram dianggap sebagai awal tahun yang sakral. Di lingkungan yang lebih konservatif, perayaan 1 Januari dipandang sebagai budaya Barat yang tidak memiliki akar dalam ajaran lokal, sehingga suasana kota cenderung tetap tenang tanpa pesta pora.
- Brunei Darussalam: Sejak tahun 2014, kesultanan ini menerapkan aturan ketat terkait perayaan hari besar non-Islam di ruang publik. Pelarangan dekorasi dan atribut pesta tahun baru masehi bertujuan untuk menjaga identitas nasional yang berlandaskan nilai-nilai Melayu Islam Beraja (MIB).
BACA JUGA:Tak Perlu Mahal! Ini 5 HP OPPO 2 Jutaan dengan Fitur Paling Menarik
Fenomena ini membuktikan bahwa waktu bukan sekadar deretan angka mekanis, melainkan sebuah konstruksi budaya. Perbedaan cara menyambut tahun baru menunjukkan bahwa setiap peradaban memiliki cara unik untuk memaknai "awal yang baru"—baik itu melalui posisi bintang, siklus panen, maupun ketaatan spiritual.
Di tahun 2026 ini, keberagaman tersebut justru memperkaya perspektif kita tentang dunia. Bahwa di balik satu tanggal, tersimpan ribuan cerita, ritual, dan harapan yang tidak selalu harus meledak bersama kembang api di tengah malam.
Sumber: