Nelayan Hilang Kontak di Perairan Tobaku, Tim SAR Kolaka Turun Tangan

Nelayan Hilang Kontak di Perairan Tobaku, Tim SAR Kolaka Turun Tangan

Tim SAR sultra--

sultra.disway.id - Tim Penyelamat Pos SAR Kolaka melakukan operasi pencarian terhadap seorang pemancing yang dilaporkan hilang kontak akibat mesin perahu mati di Perairan Tobaku, Kabupaten Kolaka Utara (Kolut), Sulawesi Tenggara (Sultra).

Korban diketahui bernama Makmur (51). Laporan pertama diterima oleh Basarnas Kendari dari pihak keluarga korban pada Kamis sekitar pukul 14.55 Wita.

Kepala Basarnas Kendari, Amiruddin, membenarkan adanya laporan kecelakaan kapal tersebut. Ia menyebutkan bahwa satu unit perahu nelayan mengalami gangguan mesin hingga akhirnya hilang kontak di tengah laut.

BACA JUGA:41 Napi di Sultra Dapat Remisi Natal 2025

“Telah terjadi kecelakaan kapal berupa satu perahu yang mengalami mati mesin dan hilang kontak di Perairan Tobaku,” ujar Amiruddin saat dikonfirmasi di Kendari.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Basarnas segera mengerahkan Tim Penyelamat Pos SAR Kolaka menuju lokasi kejadian menggunakan perahu karet untuk melakukan pencarian dan pertolongan.

Jarak lokasi kejadian dari Pos SAR Kolaka diperkirakan mencapai sekitar 68 mil laut, sehingga operasi pencarian dilakukan dengan perencanaan matang dan perlengkapan lengkap.

Unsur yang Terlibat dalam Operasi Pencarian

Dalam operasi SAR ini, sejumlah unsur turut dilibatkan, antara lain:

  • Staf Operasi Basarnas Kendari
  • Pos SAR Kolaka
  • BPBD Kolaka
  • Masyarakat setempat
  • Keluarga korban

Berbagai peralatan SAR juga dikerahkan, seperti:

  • Mobil penyelamat
  • Perahu karet
  • Peralatan SAR medis dan evakuasi
  • Alat komunikasi
  • Perlengkapan keselamatan pendukung lainnya

BACA JUGA:BI Sultra Siapkan Rp980 Miliar Uang Tunai untuk Nataru 2025–2026, Kebutuhan Masyarakat Dipastikan Aman

Kronologi Hilangnya Korban

Amiruddin menjelaskan, korban berangkat memancing pada Rabu (24/12) sekitar pukul 16.30 Wita di Perairan Tobaku.

Keesokan harinya, Kamis pagi sekitar pukul 07.00 Wita, korban sempat menghubungi keluarga dan menyampaikan bahwa mesin perahu yang digunakannya mengalami gangguan.

Setelah komunikasi tersebut, korban tidak lagi dapat dihubungi hingga akhirnya keluarga melaporkan kejadian tersebut ke Basarnas.

Hingga saat ini, tim SAR masih melakukan upaya pencarian secara intensif dengan menyisir area perairan sekitar lokasi terakhir korban diketahui. Basarnas mengimbau masyarakat nelayan untuk tetap waspada dan memastikan kondisi kapal sebelum melaut.

Sumber: