Martinez Bicara Blak-blakan Soal Perbedaan Michael Carrick dan Ruben Amorim

Martinez Bicara Blak-blakan Soal Perbedaan Michael Carrick dan Ruben Amorim

--

sultra, disway.id - Debut Michael Carrick sebagai pelatih interim Manchester United bukan hanya menghasilkan kemenangan prestisius atas Manchester City.

Namun, ia juga membuka tabir suasana baru di dalam ruang ganti Setan Merah. Hasil 2-0 di Old Trafford menjadi titik awal perubahan yang langsung terasa, baik di lapangan maupun di balik layar.

Usai laga tersebut, bek tengah Lisandro Martinez memberikan gambaran jelas mengenai perbedaan pendekatan Carrick dibanding pelatih sebelumnya, Ruben Amorim, yang baru saja didepak beberapa hari sebelum pertandingan.

Tanpa menyebut nama secara langsung, Martinez menyinggung adanya perubahan besar dalam mentalitas tim, atmosfer internal, hingga metode latihan.

Menurut pemain asal Argentina itu, kehadiran Carrick membawa energi berbeda di tengah skuad yang sebelumnya berada dalam tekanan berat, baik secara performa maupun psikologis. Ia menilai momen pergantian pelatih datang pada waktu yang tepat.

Martinez menegaskan bahwa Carrick memiliki pengaruh simbolis yang kuat di ruang ganti. Sosok mantan gelandang tersebut langsung memberikan dampak sejak sesi latihan pertama, sesuatu yang menurutnya tidak ia rasakan sebelumnya.

“Dia punya mentalitas yang berbeda, pribadi yang berbeda. Sangat berbeda. Dia tahu betul arti klub ini. Dia bermain lama di sini, memenangkan segalanya, dan merupakan legenda besar. Dia ingin membantu klub ini bangkit, dan kami memang sedang berada dalam situasi sulit. Hari ini adalah waktu terbaik untuk mengubah keadaan,” ujar Martinez, dilansir Sports Mole.

Selain soal mentalitas, Martinez juga menyoroti perbedaan pola latihan dan sikap Carrick yang dinilainya memahami apa yang ia sebut sebagai DNA Manchester United. Ketenangan dan kepercayaan diri sang pelatih dinilai menular ke para pemain.

“Ketika Anda punya pelatih seperti Michael Carrick yang benar-benar mengenal klub ini dan bisa menularkan energinya, rasanya sangat berbeda. Dia tenang, banyak tersenyum, dan percaya diri. Itu sangat membantu tim,” tambahnya.

Di atas lapangan, Martinez menekankan bahwa performa tim jauh lebih penting daripada sekadar hasil akhir. Ia kembali mengangkat isu identitas yang kerap menjadi perbincangan di tubuh Manchester United dalam beberapa musim terakhir.

“Kami bermain lebih baik dan memberikan segalanya. Saya tidak fokus pada hasil, tapi pada performa dan koneksi antar pemain. Ini soal bagaimana kami merepresentasikan klub. Jika performa tidak maksimal, hal paling dasar yang diharapkan fans adalah sikap, tekel, DNA, dan darah Manchester United,” tegasnya.

Martinez juga menilai adanya peningkatan signifikan di lini pertahanan. Ia merasa Manchester City hanya mampu menciptakan satu peluang berbahaya sepanjang laga, sesuatu yang menurutnya mencerminkan perubahan mental tim.

“Saya rasa mereka hanya punya satu peluang bersih. Anda bisa merasakan mentalitasnya. Ada sesuatu yang berbeda,” katanya.

Saat ditanya mengenai kritik dari sejumlah mantan pemain Manchester United, termasuk Paul Scholes, Martinez menjawab dengan lugas dan tanpa ragu.

Sumber: