Penyebab Facebook Web Error Massal Masih Misterius, Meta Pilih Bungkam
--
sultra, disway.id - Gelombang kekecewaan melanda ribuan pengguna Facebook di berbagai penjuru wilayah pada Minggu (19/7/2026) sore. Platform jejaring sosial raksasa di bawah naungan Meta ini mendadak tak bisa diakses melalui perangkat komputer maupun laptop, memicu kepanikan di kalangan pengguna yang bergantung pada versi desktop.
Tanda-tanda masalah mulai terdeteksi sekitar pukul 15.30 WIB. Secara tiba-tiba, pengguna terlempar keluar dari akun mereka (logged out) dan disambut layar galat (error) saat mencoba masuk kembali lewat peramban.
Beruntung, kelumpuhan ini tak berlangsung seharian. Berdasarkan pantauan langsung di lapangan pada pukul 16.23 WIB, akses menuju situs web Facebook perlahan mulai pulih dan seluruh fiturnya sudah bisa digunakan kembali secara normal.
Aneh tapi Nyata: Hanya Versi Desktop yang Tumbang
Satu hal yang menarik dari insiden ini adalah pola gangguannya yang cukup terisolasi. Masalah teknis ini murni hanya menghantam akses melalui peramban web desktop. Di saat yang sama, aplikasi Facebook di ponsel pintar (iOS dan Android) justru tetap berjalan lancar tanpa kendala sedikit pun.
Perbedaan nasib antara versi desktop dan aplikasi seluler ini memicu berbagai spekulasi teknis. Sejumlah pihak menduga ada kegagalan pada pembaruan sistem server backend khusus web, atau gangguan pada infrastruktur gateway yang menghubungkan server Meta ke peramban pengguna.
Hingga saat ini, pihak Meta sendiri masih memilih bungkam dan belum merilis keterangan resmi mengenai penyebab pasti di balik kekacauan singkat tersebut.
Down Detector Diserbu, Laporan Meledak dalam Hitungan Menit
Dampak dari tumbangnya layanan ini terlihat jelas dalam data situs pemantau gangguan digital, Down Detector. Grafik laporan melonjak tajam tak lama setelah pukul 16.00 WIB, di mana ada lebih dari 3.000 keluhan yang masuk hanya dalam rentang waktu 30 menit.
Ruang publik digital lain, seperti platform X (Twitter), langsung dibanjiri tagar dan keluhan senada. Banyak pengelola fanpage bisnis dan admin komunitas yang dibuat panik karena pekerjaan mereka mendadak terhenti akibat tidak bisa mengelola halaman melalui komputer.
Sumber: