TNI AL Amankan Dua Kapal Pengangkut Nikel Ilegal di Perairan Mandiodo Konawe Utara

TNI AL Amankan Dua Kapal Pengangkut Nikel Ilegal di Perairan Mandiodo Konawe Utara

Kapal pengangkut nikel ditangkap TNI AL--TNI AL

Sebagai tindak lanjut, TNI AL kemudian mengawal kedua kapal tersebut menuju Pangkalan TNI AL (Lanal) Kendari untuk pendalaman kasus serta proses penanganan hukum lebih lanjut.

Langkah ini dilakukan guna memastikan seluruh pelanggaran diproses sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.

Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal), Laksamana TNI Muhammad Ali, menegaskan bahwa TNI AL akan terus memperkuat penegakan hukum di laut.

“TNI AL akan terus menegakkan hukum di laut dan memastikan setiap kegiatan dilakukan sesuai prosedur,” ujarnya.

Latihan VBSS: Kesiapan TNI AL Menghadapi Ancaman Laut

Sebelum operasi tersebut, KRI Bung Hatta juga menggelar gladi bersih latihan penyergapan kapal penyelundup di Perairan Morowali pada Rabu (19/11/2025).

Latihan ini menjadi bagian dari persiapan Latihan Gabungan TNI yang akan ditinjau Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin.

Latihan menampilkan kemampuan Visit Board Search and Seizure (VBSS), yakni tim khusus yang bertugas menaiki dan mengamankan kapal yang dicurigai terlibat aktivitas ilegal.

Dalam simulasi itu:

  • 16 personel VBSS diturunkan menggunakan dua speed boat
  • Penyergapan dilakukan terhadap kapal nelayan yang diduga menyelundupkan barang ilegal
  • Tim menyisir seluruh bagian kapal mulai dari anjungan hingga ruang muatan
  • Operasi simulasi selesai dalam waktu 13 menit, berlangsung aman dan lancar

 

Sumber: