sultra, disway.id - Perum Bulog Kantor Wilayah Sulawesi Tenggara (Sultra) memperketat pengawasan distribusi pangan di Kota Kendari.
Langkah ini diwujudkan melalui inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pasar guna memantau ketersediaan stok, mengendalikan harga, sekaligus menutup celah bagi praktik kecurangan seperti pengoplosan beras.
Pimpinan Wilayah Perum Bulog Sultra, Erdi Baskoro, menjelaskan bahwa sidak lapangan ini merupakan langkah preventif yang krusial untuk memastikan pasokan pangan masyarakat tetap aman dan terkendali.
"Langkah ini kami ambil untuk memastikan pasokan tetap aman, mencegah kecurangan pedagang, serta menjamin harga jual beras SPHP tetap sesuai ketentuan pemerintah," ujar Erdi.
Dalam pelaksanaannya, tim gabungan Bulog terjun langsung mengecek tingkat ketersediaan stok di level pengecer. Fokus utama pengawasan ini diarahkan untuk mencegah potensi kelangkaan, penjualan di atas Harga Eceran Tertinggi (HET), serta praktik curang seperti pengoplosan dan penggantian kemasan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).
Erdi menegaskan, berdasarkan pemantauan di lapangan, pihaknya berkomitmen menjaga stabilitas harga beras SPHP agar tidak melebihi HET yang telah ditetapkan, yakni Rp12.500 per kilogram.
"Kita memastikan masyarakat bisa mendapatkan beras SPHP di pedagang pasar maupun di luar pasar, jadi ketersediaan SPHP masih tetap ada di kalangan masyarakat melalui agen-agen pengecer kami," tambahnya.
Selain memantau kedisiplinan agen dan pedagang agar tidak melanggar aturan operasional—termasuk larangan mengoplos beras atau mengganti kemasan, tim Bulog Sultra juga mengawasi pergerakan harga komoditas penting lainnya, salah satunya Minyakita yang memiliki HET sebesar Rp15.700 per liter.
Sebagai bentuk ketegasan, Bulog tidak akan tinggal diam menghadapi pelanggaran. Lembaga pangan ini memastikan bakal menjatuhkan sanksi tegas, mulai dari evaluasi hingga pemutusan kerja sama, bagi mitra penyalur yang terbukti menjual beras SPHP atau Minyakita di atas ketentuan HET.
Melalui pengawasan dan sidak rutin ini, Bulog Sultra berharap rantai distribusi pangan dapat berjalan lancar sekaligus memberikan perlindungan nyata bagi masyarakat dari ancaman lonjakan harga dan praktik perdagangan yang curang.