sultra.disway.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara (Sultra), mulai menyalurkan bantuan pangan berupa beras Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) kepada masyarakat.
Total bantuan yang disiapkan mencapai sekitar 540,84 ton beras untuk 18.028 Penerima Bantuan Pangan (PBP). Bantuan tersebut merupakan alokasi untuk tiga bulan sekaligus, yakni Juli, Agustus, dan September 2026.
Bupati Kolaka Utara Nurrahman Umar mengatakan penyaluran bantuan pangan ini menjadi salah satu bentuk komitmen pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan sekaligus membantu memenuhi kebutuhan masyarakat.
BACA JUGA:Banjir Beras Gratis di Kolaka! 25 Ribu Warga Langsung Kantongi 30 Kg, Cek Jadwal Pembagimannya!
"Ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah terhadap kebutuhan masyarakat. Masing-masing penerima mendapatkan alokasi tiga bulan sekaligus dengan total 30 kilogram beras," kata Nurrahman saat dihubungi di Kendari, Kamis.
Dengan demikian, setiap penerima bantuan memperoleh 30 kilogram beras untuk kebutuhan pangan selama tiga bulan sesuai alokasi program bantuan pangan CPP.
Nurrahman menegaskan bahwa data masyarakat yang menerima bantuan beras tersebut mengacu pada data yang telah melalui proses verifikasi dan validasi Kementerian Sosial.
Untuk memastikan bantuan pangan benar-benar sampai kepada masyarakat yang berhak, ia meminta seluruh jajaran pemerintah di tingkat kecamatan dan desa ikut mengawasi proses distribusi.
BACA JUGA:Cadangan Beras Tembus 5,1 Juta Ton, Indonesia Siap Hadapi Dampak El Nino
Bupati menginstruksikan para camat dan kepala desa agar melakukan pengawalan secara ketat selama penyaluran bantuan di lapangan.
Menurutnya, pembaruan data menjadi hal penting untuk mencegah bantuan salah sasaran.
"Jika di lapangan ada penerima yang sudah meninggal dunia atau pindah domain dan belum terlaporkan, segera dikoordinasikan serta diperbarui datanya. Kita ingin bantuan ini benar-benar diterima warga yang berhak," ujarnya.
Pemimpin Cabang Perum Bulog Kolaka, Adriansyah, mengatakan distribusi beras bantuan dilakukan secara bertahap.
Penyaluran tahap awal diprioritaskan untuk kecamatan yang lokasinya paling jauh dari gudang Bulog di Kolaka. Strategi tersebut dilakukan agar distribusi ke wilayah terpencil dapat segera berjalan.