sultra.disway.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari, Sulawesi Tenggara, mengambil langkah sigap dalam menjaga kestabilan ekonomi warganya.
Melalui Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang), Pemkot Kendari resmi menyalurkan bantuan pangan berupa beras berkualitas tinggi yang ditujukan langsung bagi 27.600 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) atau warga kurang mampu.
Penyaluran bantuan ini menjadi angin segar bagi masyarakat di tengah dinamika kebutuhan pokok saat ini. Lantas, bagaimana mekanisme dan jadwal distribusinya? Simak ulasan lengkapnya berikut ini!
BACA JUGA:Pemprov Sultra Salurkan 52 Ton Beras dan 3.060 Liter Minyak untuk Korban Banjir
Kepala Dinas Ketapang Kota Kendari, Abdul Rauf, menjelaskan bahwa stok beras yang disalurkan merupakan program resmi dari pemerintah pusat yang bekerja sama dengan Badan Pangan Nasional (Bapanas).
Usai melakukan pengecekan langsung ke Gudang Bulog Sulawesi Tenggara, ia memastikan bahwa cadangan pangan untuk Kota Kendari dipastikan aman sepanjang tahun 2026.
"Bantuan beras yang kami siapkan dari pemerintah pusat melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas). Yang pasti, stok pangan kita di Kota Kendari masih aman untuk tahun 2026 ini," ujar Abdul Rauf.
BACA JUGA:Stok Beras Kolaka Tembus 19.809 Ton, Bulog Pastikan Aman hingga 2 Tahun
Alokasi Penyaluran untuk Tiga Bulan Sekaligus
Bagi para penerima manfaat, program bantuan beras ini dirancang untuk mencukupi kebutuhan pokok dalam jangka waktu tiga bulan berturut-turut, yaitu:
- Bulan Juli 2026
- Bulan Agustus 2026
- Bulan September 2026
Dengan alokasi tersebut, diharapkan beban pengeluaran ekonomi masyarakat kurang mampu dapat jauh lebih ringan dalam menyambut paruh kedua tahun ini.
Pemkot Kendari menjamin bahwa proses distribusi beras bantuan ini akan tepat sasaran.
BACA JUGA:Bulog Salurkan 11,4 Ton Beras untuk Korban Banjir Kendari, Ribuan Warga Terbantu
Data penerima diambil langsung dari Data Tunggal Sosial dan Ekonomi (DTSEN) Kota Kendari yang mencakup sebanyak 27.600 orang.
Selain itu, Pemkot juga mengantisipasi kendala di lapangan dengan menyiapkan 903 warga kuota cadangan.
Teknis penyalurannya sendiri akan langsung dikoordinasikan ke masing-masing kelurahan di seluruh wilayah Kendari agar warga bisa mengambil hak mereka dengan mudah dan tertib.