sultra.disway.id - Aktivitas perekonomian masyarakat di Sulawesi Tenggara kian bergairah seiring bertumbuhnya gerai Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih.
Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Sulawesi Tenggara mencatat operasional gerai koperasi ini sukses menembus 1.055 kali transaksi sepanjang tahun 2026.
Capaian positif tersebut membukukan nilai perputaran uang mencapai Rp25,22 juta yang terhitung sejak awal beroperasi hingga Juli 2026.
BACA JUGA:Pemprov Sultra Siapkan 47 Aset untuk Koperasi Merah Putih, Dorong Ekonomi Daerah
Masyarakat lokal memanfaatkan hadirnya gerai ini untuk memenuhi kebutuhan harian mereka. Penjualan di puluhan gerai tersebut didominasi oleh komoditas bahan pokok dan energi bersubsidi yang menjadi incaran warga, mulai dari beras medium SPHP, minyak goreng Minyakita, gula pasir, hingga tabung gas LPG 3 kilogram.
Kehadiran gerai ini terbukti menjadi angin segar dalam menjaga ketersediaan pangan murah di tingkat tapak.
Kendati menunjukkan tren yang menjanjikan, peta aktivitas perdagangan koperasi ini di seluruh wilayah Sulawesi Tenggara dinilai belum sepenuhnya merata.
Kepala Kanwil DJPb Sultra, Catur Ariyanto Widodo, mengungkapkan bahwa lebih dari 99 persen volume transaksi masih terpusat di Kota Kendari.
Sementara itu, sebagian besar kabupaten dan kota lainnya di Bumi Anoa belum mencatatkan nilai transaksi yang signifikan karena masa operasional yang masih sangat awal.
BACA JUGA:Menebak-Nebak Gaji Manajer Koperasi Desa Merah Putih: Kerja di Agrinas Dulu, Jadi Komcad Kemudian!
Dari total 2.273 KDKMP yang telah resmi terbentuk dan tersebar di 17 kabupaten dan kota, baru 75 gerai yang aktif beroperasi melayani masyarakat per Juli 2026.
Kondisi ini membuat denyut ekonomi koperasi berbasis desa tersebut masih terkonsentrasi di beberapa titik wilayah saja.
Pemerintah setempat bersama pengelola terus memacu kesiapan fisik bangunan agar pelayanan bisa segera meluas. Saat ini tercatat ada 218 gerai yang konstruksinya telah rampung 100 persen, sedangkan 572 gerai lainnya masih dalam tahap pembangunan.
Jika ditotal, terdapat 790 gerai atau sekitar 34,8 persen dari target keseluruhan yang sudah siap maupun sedang berproses secara fisik.
BACA JUGA:Spesifikasi Tata Yodha dan Truk Tata Ultra T.7, Pendukung Koperasi Merah Putih di Desa