Apple Intelligence Gandeng Alibaba Qwen AI untuk Dobrak Pasar iPhone China

Minggu 19-07-2026,12:11 WIB
Reporter : Gatot Wahyu
Editor : Gatot Wahyu

sultra.disway.id - Penantian panjang pengguna produk Apple di Negeri Tirai Bambu akhirnya menemui titik terang. Layanan kecerdasan artifisial generatif andalan Apple, Apple Intelligence, dipastikan bakal segera mengudara di China setelah mengantongi restu resmi dari regulator internet setempat.

Melansir laporan dari Tech Crunch, Administrasi Ruang Siber China (CAC) telah memberikan lampu hijau menyusul kesepakatan besar antara Apple dan Alibaba. Raksasa teknologi asal AS tersebut resmi menggandeng Alibaba untuk mengintegrasikan model AI lokal bernama Qwen ke dalam ekosistem perangkat mereka.

Kerja sama strategis ini sekaligus menjawab rumor yang beredar lama mengenai taktik Apple menembus ketatnya aturan sensor dan keamanan siber di salah satu pasar paling krusial di dunia tersebut.

BACA JUGA:Daftar Produk Apple yang Belum Naik, Harga Mac Gila-gilaan, iPhone 17?

Integrasi Menyeluruh di Semua Perangkat Apple

Model AI Qwen milik Alibaba nantinya tidak hanya tertanam di iPhone, melainkan akan diintegrasikan secara menyeluruh ke berbagai sistem operasi Apple, meliputi:

  • iOS (iPhone)
  • iPadOS (iPad)
  • macOS (Mac/MacBook)
  • visionOS (Apple Vision Pro)

Meskipun jadwal peluncuran resminya belum diumumkan secara mendetail, pihak Alibaba mengonfirmasi bahwa integrasi ini akan membawa kemampuan AI tingkat lanjut secara instan bagi pengguna di China, seperti penalaran canggih (reasoning), pemrosesan teks, hingga pembuatan gambar otomatis secara lokal.

BACA JUGA:Kolaborasi Sultan! PUBG Mobile Gandeng Ferrari, Bawa 4 Mobil Supercar Epik ke Peta Pertempuran

Proses Apple untuk menemukan mitra lokal di China terbilang berliku dan menjadi alasan utama mengapa peluncuran fitur AI ini sempat tertunda cukup lama sejak pertama kali diperkenalkan pada tahun 2024.

Sebelum menjatuhkan pilihan pada Alibaba, Apple dilaporkan sempat menjajaki komunikasi intensif dengan Baidu. Namun, raksasa Cupertino tersebut menghadapi kendala teknis besar dalam menyesuaikan model AI Baidu dengan kebutuhan khas pengguna Apple.

Selain Baidu, Apple juga sempat mengevaluasi model AI milik DeepSeek serta ByteDance (induk perusahaan TikTok) sebelum akhirnya meminang teknologi Qwen dari Alibaba.

Langkah taktis ini sangat krusial bagi masa depan bisnis Apple. China merupakan pasar yang sangat seksi sekaligus menantang. Pada kuartal kedua tahun ini saja, penjualan Apple di negara tersebut meroket hingga 28 persen dengan nilai mencapai 20,5 miliar dolar AS (sekitar Rp369 triliun) berkat strategi diskon besar-besaran di festival belanja lokal.

Kabar bersatunya dua kekuatan teknologi ini langsung disambut euforia oleh lantai bursa. Saham Alibaba tercatat melonjak sekitar empat persen dalam perdagangan pra-pembukaan di Amerika Serikat dan melesat hingga lebih dari enam persen sesaat setelah laporan kerja sama ini beredar luas di publik.

Kategori :