Fernando Alonso Intip Peluang Reuni Emas dengan Alpine di F1 2027

Minggu 14-06-2026,13:59 WIB
Reporter : Sahroni
Editor : Sahroni

sultra, disway.id - Spekulasi mengenai masa depan Fernando Alonso di panggung Formula 1 kembali memanas. Pembalap veteran asal Spanyol ini santer dikabarkan membuka peluang untuk melakoni periode keempatnya bersama Alpine mulai musim 2027.

Rumor ini mencuat lantaran juara dunia dua kali tersebut belum memberikan kepastian hitam di atas putih mengenai kelanjutan kariernya setelah musim ini berakhir.

Ketidakpastian di kubu Aston Martin memicu spekulasi bahwa Alonso tengah menimbang opsi lain. Kendati bakal menginjak usia 45 tahun pada 2027 mendatang, pembalap yang dikenal dengan sapaan El Nano ini terbukti masih memiliki motivasi serta fisik yang prima untuk bertarung di level tertinggi jet darat.

Menanti Keputusan Setelah Jeda Musim Panas

Saat ditemui di sela-sela akhir pekan Grand Prix Spanyol di Barcelona, Alonso menegaskan bahwa dirinya tidak akan terburu-buru. Ia baru akan mengambil keputusan krusial terkait masa depannya setelah masa jeda musim panas selesai.

Menariknya, Alonso sempat melempar kode bahwa balapan di Barcelona kemarin bisa jadi merupakan penampilan terakhirnya di hadapan publik sendiri. Pernyataan tersebut langsung memicu kehebohan, terlebih karena Circuit de Barcelona-Catalunya dijadwalkan masuk dalam sistem rotasi kalender F1 mulai musim 2027.

Meski banyak pengamat menilai Alonso sudah mendekati masa pensiun, sejarah mencatat bahwa sang pembalap kerap mengambil langkah tak terduga. Setelah sempat gantung setir pada 2018, ia sukses melakukan comeback gemilang dan tetap tampil kompetitif, baik saat membela Alpine maupun Aston Martin saat ini.

Faktor Flavio Briatore dan Romantisme Enstone

Isu kembalinya Alonso ke Alpine bukanlah isapan jempol belaka. Faktor utama yang membuat skenario ini sangat masuk akal adalah kehadiran Flavio Briatore, yang kini memegang peran strategis di Alpine sekaligus masih bertindak sebagai manajer pribadi Alonso.

Hubungan emosional keduanya sudah mengakar kuat sejak era keemasan Renault, di mana kolaborasi mereka membuahkan dua gelar juara dunia berturut-turut pada musim 2005 dan 2006.

Jika reuni ini menjadi kenyataan, Alonso akan mencatatkan sejarah dengan membela tim yang berbasis di Enstone tersebut untuk keempat kalinya. Sebelumnya, ia pernah memperkuat Renault (2003-2006, 2008-2009) dan Alpine (2021-2022).

Daya Tarik Mesin Mercedes dan Ambisi Podium

Selain faktor historis, daya tarik teknis juga menjadi magnet kuat bagi Alonso. Alpine dipastikan akan menggunakan pasokan mesin dari Mercedes untuk menyongsong era regulasi baru Formula 1. Paket mesin Mercedes dinilai menawarkan jaminan kompetitif yang lebih instan.

Di sisi lain, meski Aston Martin memiliki proyek ambisius berkat kemitraan eksklusif dengan Honda, belum ada garansi bahwa mobil mereka bisa langsung bersaing memperebutkan kemenangan pada 2027.

Bagi pembalap sekaliber Alonso yang masih haus akan podium dan kemenangan, memilih tim dengan paket mobil paling siap tempur adalah harga mati.

Kategori :

Terpopuler