sultra.disway.id - Kabar kurang menyenangkan datang bagi para pencinta produk Apple. CEO Apple, Tim Cook, memberikan isyarat kuat bahwa harga perangkat-perangkat terbaru Apple berpotensi mengalami kenaikan signifikan dalam waktu dekat.
Langkah pahit ini terpaksa dipertimbangkan seiring melonjaknya biaya komponen memori yang saat ini tengah membebani industri teknologi global.
Tim Cook: Kenaikan Harga Sulit Dihindari
Melansir laporan dari Engadget, dalam wawancara eksklusif bersama Wall Street Journal, Tim Cook mengungkapkan bahwa situasi pasar saat ini sudah berada di titik yang tidak lagi ideal bagi produsen.
BACA JUGA: Polda Sultra Sita 3 Kilogram Sabu Jaringan Antardaerah BACA JUGA: Polda Sultra Sita 3 Kilogram Sabu Jaringan Antardaerah
"Sayangnya, kenaikan harga tidak dapat dihindari. Kami berusaha semaksimal mungkin mengurangi dampak kenaikan biaya yang dibebankan kepada kami dan selama ini berupaya melindungi pelanggan dari kenaikan harga, tetapi situasinya sudah tidak lagi berkelanjutan," ungkap Tim Cook.
Meski sinyal kenaikan sudah menyala, Cook masih enggan membeberkan berapa besaran nominal maupun waktu pasti penyesuaian harga tersebut akan diberlakukan.
Ancaman Harga Mahal untuk iPhone 18 Series
Pernyataan bos Apple ini memicu kehebohan karena muncul hanya beberapa bulan menjelang peluncuran seri iPhone 18 yang dijadwalkan meluncur tahun ini.
Spekulasi kuat beredar bahwa generasi terbaru iPhone tersebut akan dibanderol jauh lebih mahal dibanding lini pendahulunya.
BACA JUGA:Sah Dilantik! Ini Langkah Nyata Tani Merdeka Kendari untuk Sejahterakan Petani dan Nelayan
Tak hanya iPhone, kebijakan ini diprediksi akan berdampak luas pada ekosistem Apple lainnya yang akan rilis dalam waktu dekat, seperti:
- Lini laptop Mac generasi terbaru.
- Tablet iPad versi teranyar.
Biang Kerok: Demam AI dan Kelangkaan Memori
Lebih lanjut, Cook menjelaskan bahwa industri teknologi global saat ini sedang megap-megap menghadapi keterbatasan pasokan komponen memori.
Masalah ini diperparah oleh melonjaknya permintaan perangkat elektronik serta masifnya pembangunan infrastruktur kecerdasan buatan (AI) di seluruh dunia.
"Pasokan semakin terbatas ketika konsumen tetap menginginkan perangkat baru, sementara produsen memori meneruskan kenaikan harga yang sangat besar. Kami membutuhkan harga dan pasokan memori kembali ke tingkat yang wajar untuk produk konsumen. Itu inti persoalannya," tambah Cook.
Saking parahnya, pria yang telah melanglang buana di dunia teknologi ini menyebut krisis ini sebagai fenomena terburuk yang pernah ia lihat.