Namun, perlu dicatat bahwa untuk menjalankan aplikasi berat atau gim 3D intensif, pengguna tentu harus sedikit menurunkan ekspektasi.
Strategi Rebranding yang Matang dari Xiaomi
Menariknya, jika Anda merasa spesifikasi tablet ini terasa familier, Anda tidak salah. Langkah ini merupakan bagian dari strategi rebranding dari Redmi Pad 2 (versi 9.7 inci) yang sudah meluncur lebih dulu.
Xiaomi memang dikenal gemar menerapkan strategi ini guna menyesuaikan target pasar dan preferensi audiens di berbagai wilayah global.
Sistem Operasi HyperOS 3 dan Ketahanan Baterai Jumbo
Untuk urusan perangkat lunak, Poco Pad C1 sudah langsung mengadopsi HyperOS 3 berbasis Android terbaru.
Sistem operasi ini membawa ekosistem pintar Xiaomi yang kian matang, termasuk fitur inovatif seperti call sync (sinkronisasi panggilan telepon antarperangkat) dan fitur populer Circle to Search.
Sektor konektivitas dan multimedia juga tidak dipangkas. Tablet ini mendukung jaringan 4G LTE, memiliki dual speaker untuk kualitas audio yang lantang, serta tetap mempertahankan lubang audio jack 3.5mm yang kini mulai langka di perangkat modern.
Daya tahan juga menjadi nilai jual yang patut diacungi jempol. Di dalam bodinya yang ramping, tertanam baterai berkapasitas jumbo 7.600 mAh yang didukung pengisian daya 18W.
Pihak pabrikan mengklaim tablet ini mampu bertahan hingga 15 jam untuk memutar video tanpa henti atau sekitar 1,7 hari untuk penggunaan normal sehari-hari.
Sementara untuk kebutuhan dokumentasi dan video call kerja atau sekolah daring, tablet ini menyediakan kamera belakang 8MP dan kamera depan 5MP yang sudah cukup akomodatif.
Prediksi Harga yang Tetap Bersahabat
Meski informasi harga resmi untuk tiap wilayah belum diumumkan secara rinci, berkaca dari versi Redmi yang terkenal sangat terjangkau, tablet ini diprediksi kuat akan mempertahankan tradisi lini Poco: menyajikan performa ekstrem dengan label harga yang ramah di dompet.